lmao xDD i want to buy the photobook but so expensive TT
and i also want to buy the dvd, the ost all of them but expensive and cant find in indonesia TT
i want order it but dont know how to order it huhuhu
and open live journal remember me of 'hiro' and my stupid story
huff when will that story will over? and be released? ==
Akhirnya pagipun tiba. Aku ternyata tertidur di kamarnya hiro. Sinar matahari masuk membuatku mengucek-ngucek mata.
“hoahm.. niichan.. sudah jam berapa??” kataku sambil menguap.
“niichan2.. niichanmu dirumah la.” Kata seseorang.
Aku yang mendengar suara itu terkaget dan alngsung melek.
Hirolah cowok yang aku liat. Ia sedang memakai baju.
Aku ngucek2 mata.
“hee?? Nagapain kamu di kamarku????” tanyaku kaget.
“hoi mba. Sadar donk. Ni kamar sapa.!!” Kata hiro.
Aku akhirnya melihat kesekeliling dan ternayata
“oh my.. masih di rumahmu ya…”
“yup.”
Sesaat aku terdiam dan
“what?! Di kamarmu?? Aku?? Tidur dsini?? Sama kamu?? IYADA..!!!” kataku geleng2 kepala.
Hiro datang mendekat.
“hey.. apa yang kamu lakuin sama aku???? Kamu???? Tadi kamu gak make baju??? Hiro.. kamu ngapain aku semalem???” tanyaku to the point sambil menutup tubuhku dengan selimut.
Hiro malah semakin mendekat.
Aku semakin menutup tubuhku dengan selimut dan geleng-geleng kepala.
Lalu
‘pletak’ (suara yang aneh =.=)
Ternyata hiro mneyentil jidatku.” Sadar donk mba. Ngapain juga gw ngapa2in lo. Ntar gw bisa disambit sama niichan dan keichi. Hahahaha. Bnr2 bodoh.” Kata hiro menjauh dan geleng2 kepala.
“terus kenapa aku disini? Kamu?? Juga tidur disini kan?”
“haha bener2 bodoh.. gak lah. Lagian kalo aku ngapa2in kamu sekarang kamu udah gak berpakaian ay. Coba liat badan lo. Masih berpakaian tidak. Klo tidak berarti kita…..”
Aya melihat tubuhnya dan..
“sialan lo” sambil melempar bantal ke mukanya hiro.
Hiropun membalas dan terjadilanh perang bantal lalu keichipun masuk disaat mereka lagi asik tertawa dan becanda.
“ups. Mav ganggu.” Kata keichi.
“senpai.” Kataku tersenyum.
“ano ne kalo kalian terus2an becanda kaya gini bisa telat ngumpulin tugas lho. Dan hari ini kan udah mulai ujian.”
“oh iya hehe.. sankyuu senpai.”
Aya segera keluar dari selimutnya dan menuju kamar mandi.
“nih baju dari niichanmu.” Kata keichi senpai.
“sankyuu na”
Akupun segera mandi dan segera berpakaian ketika selesai mandi.
Akhirnya aku rapih dan siap berangkat ke sekolah. Aku segera keluar dari kamar dan terlihatlah sisi aya yang lain daripada yang lain. Haha
“yo. Ayo kita berangkat.” Kataku.
Semua terdiam ketika melihat aya keluar dari kamar hiro.
Keichi ngucek2 mata. Hiropun terlihat kaget akan tetapi ia tetap dalam keadaan ta perduli.
“hoy. Ayo berangkat. Haha jangan terlalu terpsona sama keadaanku pagi2 gini. Ntr klo dah siang bklan amburadul lagi lho.. hehehe…”
“kawaii ne” tanpa sadar keichi mengucapkan kata2 itu. Hal itu terdengar oleh hiro.
“pardon me?” kata hiro
“oh.. betsu ni haha. Ayo berangkat hiro. Kau harus cepat sampai sekolah.”
Akhirnya kami bertiga berangkat ke sekolah bersama-sama. Baru kali ini aku berangkat sekolah tanpa niichan. Dan ini cukup asik juga.
Sepanjang perjalanan aku terus melihat ke langit melihat indahnya pagi hari yang cerah. Aku tersenyum ketika melihat burung2 bertebangan indah sambil bersiul.
“ah~ beautiful day!” kataku sambil tersenyum.
Akhirnya kami sampai di sekolah. Keichi senpai langsung meniggalkan aku dan hiro. Aku dan hiro segera menuju ruang sensei di ruang guru sambil membawa sesuatu yang semalem suntuk kita kerjakan.
Sepanjang jalan menuju ruang guru aku kembali mengingat apa saja yang kita lakukan demi tugas ini.
Bertemu sayuri, bermain keluarga2an bodoh bersama sayuri, tanoki dan aku, shopping bareng model sekolah yang tak lain adalah hiro dan keichi, tidur dan belajar di rumahnya hiro, melihat hiro dan keichi seharian, bekerja bersama…
Tak terasa aku tersenyum melihat itu semua. Namun, langkahku terhenti ketika teringat bahwa ‘inilah hari terakhir aku bersamanya’
Aku mendesah. Berhenti. Dan berpikir “andai hari kemarin tidak pernah berakhir atau andai hari itu kembali hadir”
Namun pikiran dan lamunanku terhenti ketika hiro berbicara
“hoy pagi2 dah ngelamun. Ayo cepat menemui tomo sensei. Kalo kita telat kita gak bisa ikut ujian. Lagian lebih cepat menemui tomo sensei lebih cepat kita untuk tak saling berhubungan lagi kan??” kata hiro sambil jalan dengan sikap cueknya.
Aku masih terdiam dan berpikir mengenai omongannya hiro. Namun, aku kembali berjalan sambil berpikir.
“yeah. Hiro benar. Ini adalah hari terakhir kita berhubungan. Lebih cepat menemui tomo sensei dan menyelesaikannya akan jauh lebih baik. Tapi………….”
Aku kembali berhenti. Pandanganku tertuju ke tubuh hiro.
“apa aku bisa tertawa lagi bersama hiro?”
Hiro berbalik. “uy, ruangannya tomo sensei disini. Bukan disana. Ngapain lo berhenti disitu. Aneh aneh aja. Ayoo gw masih harus belajar buat ujian math nih.”
Aku tersenyum. “I hope so. Someday. I will see him smile and laugh again like that time. Hope so~”
Aku segera menuju hiro dan membuka pintu tomo sensei.
Di ruangan tomo sensei,
“sensei, ini hasil kerjaan kita.” Kata hiro
“kita tepat waktu kan sensei?” tanyaku polos
Tomo sensei terdiam. Melihat hasil proposal yang kami buat. Dan,
“well done. Kalian menyelesaikannya dengan baik. Sekarang kalianbisamengikuti ujian. Gud luck..^^” tomo sensei lalu memberikan kartu ujian kepada kita berdua.
Begitu hiro mendapat kartu itu ia segera pergi meninggalkan ruangan.
Ku belum sempat mengucapkan terima kasih.
“well, aku akan menemuinya lagi setelah ujian.”
Aku pun meninggalkan ruangan tomo sensei dan menuju kelas
Begitu sampai di kelas aku melihat hiro langsung membuka buku dan belajr.
“haha sudah kuduga. Ia belum sempat belajar. Well, gud luck for you.” Pikirku.
Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. Dan sensei yang mengawasi ujian math ni pun datang tepat waktu. Ia langsung memberikan soal dan lembar jawaban.
Begitu ia berkata “hajime” dengan senyum yakin dan percaya diri aku membuka soal.
“yosh. Ganbatte.” Kataku kepada diriku. Lalu aku melihat ke belakang. Menuju hiro. Ia sedang berdoa dengan meyatukan tangannya (=.=) “ganbatte hiro. Akira menai.”
Ujianpun dimulai~
2jam berlalu. Bel tanda ujian math selesaipun berbunyi. Aku menutup lembar jawaban dan meninggalkan ruangan kelas.
Dengan senyum bahagia dan yakin aku menemui teman-temanku, micchi dan yuuki
“aiiiiii……….” Kataku menyapa mereka sambil memeluk mrk dari blkg.
Mereka pun berbalik. Aku tersenyum
“aya-chan” kata michi datar.
“aya.” Kata yuuki namun dengan muka yang kurang bersemangat.
“lho?! Kalian kenapa? Kok muram, suntuk, bosan begitu.. gak seneng ketemu ma gw??”
“bukan gitu ay. Kita sng ngeliat lo ko. Tapi… ujian math tadi susah T^T I cant do anything… T^T “kata micchi.
Aku ikut bersedih ketika melihat micchi begitu down setelah mengerjakan ujian math
Yeah micchi adalah gadis yang gak bisa dalam hal matematika. Tapi dia jago dalam pelajaran science smntra aku kebalikannya hehe..
“tadinya kita mau belajar sama kamu, ay. Tapi melihatmu sibuk ‘shopping’ bersama hiro dan keichi-senpai kita gak bisa apa-apa.” Kini yuuki yang berbicara
“iya. Meski lo shopping sama hiro kita tau lo pasti bisa ngerjain soal math tadi kan?”
“oh my?! Kalian ngeliat hari minggu kmrn ya??ck ck ck itu aku dipaksa mrk..”jawabku
“tapi lo ttp bisa ngerjain math kan?? Aku gak bisa T^T” kata micchi.
“oh, gomen.. kalian kalo butuh bantuanku knp gk bilang.”
Micchi sangan amat down dengan ujian math tadi dan..
“sudahlah ay.. yang lalu biarlah berlalu. Ntr klo hasilnya dah keluar kalo gw remedial, lo harus ngajarin gw. Ok…” kata micchi yang skrg sudah mulai tersenyum.
“gw juga ay. Ajarin gw.”
Aku tersenyum. “siip.. serahkan smwnya padaku..^^”
Kini kita bertiga kembali tersenyum. Namn senyumanku terhenti ketika hiro melewati kita.
“ay, doi lewat tuh. Gak nyaperin?” goda yuuki.
“doi? Siapa?”
“ya ampun ay. Jangan muna deh. Hubungan lo sama hiro lebih baik kan??”
“what?!” aku kaget
“kita yakin ko. Dengan mata kita yang ngeliat kalian pas jalan brg kemarin. Uhh envy gw ma lo. Hehe. Dah samperin dia gih.”
“hee?!”
“udah ay.. go to him right now” kata yuuki sambil mendorongku.
Akhirnya aku menuju hiro dan menghampirinya.
“hai” sapaku
Hiro hanya melirik sedikit tanpa berkata apa-apa
Aku sedikit jengkel. And bertanya knp jadi kya gini. Kmbali ke sifat semula =.=
“gimana ujian math tadi?” tanyaku lagi.
Namun ttp aja gak ada respon. Tapi aku terus mengikutinya kemana dia pergi. Tapi hal ini malah terjadi.
“sorry. Lo ganggu belajar gw. Gw mau konsen buat ujian kedua. Kalo gk ada perlu sebaiknya lo jauh2 dari gw.”
Aku kaget mendegar omongannya itu. Memang dia gk marah. Tapi omongannya itu, ntah kenapa nancep kedalam hatiku.
“well, gomen. Err well ganbatte..!!”
Akupun meninggalkannya sendirian dan kembali menemui tmn2ku.
Hiro membalas perkataanku, “hai. Ganbarimasu. Anata mo ganbatte”
Tak lama kemudian, bel untuk ujian kedua mulai. Murid2 segera menuju kelas masing2 untuk segera melaksanakan ujian. Begitu juga dengan aku.
Dan ujianpun dimulai.
2jam berlalu. Ujianpun selesai. Bell berbunyi dan inilah waktunya kita untuk pulang.
Aku melepas napasku dan berkata..
“hari pertama berakhir. Yokatta~”
Namun kebahagiaanku ini tak dibalas oleh tmn2ku. Mrk malah membalasnya dg desahan yg berbeda.
“ya hr pertama berakhir tapi hari esok hari yg berat ay T^T”
Aku tersenyum. “sudahlah. Hari ini kita bisa belajar brg.”
Mataku kini berbalik ke arah hiro. Melihatnya yang sedang merapihkan barang2nya.
Namun penglihatanku terganggu ketika yuuki mengagetkanku.
“cie~ dah mulai naksir hiro nih??”
Aku kaget. “wew gak la. Blum ada yang aku taksir disini.”
“masa sih.. kalo ryuu?” Tanya micchi sambil menunjuk kea rah ryuu yang berada di luar kelas.
“halo ryuu.” Sapaku.
“yup hai. Gimana tadi ujian mathnya?”
“buat aya gampang ryuu. Buat kita. T^T muzukashi~” jawab micchi
Ryuu tertawa. “haha lain halnya sama yang mencintai math.”
Aku tersenyum kecil. “hehe.. peace”
Kami semua tertawa. Aku kembali melihat kebelakang dan hiro masih berada disitu.
“hmm aku mo ngobrol sama hiro dulu ya. Sebentar.” Kataku.
Micchi dan yuuki mengangguk. Namun ryuu maish terdiam disitu.
“ryuu?”
“ohh ok. Kita akan tunggu diluar.”
Merekapun meninggalkan kami berdua diluar.
Aku segera menuju hiro. Belum sempat aku menuju hiro, kata2 inilah yg keluar
“bodoh!”
Aku kaget
“apa?!”
“buat apa kamu nyuruh mereka ninggalin kita berdua disini. Lagian, lebih baik kamu segera temuin mrk daripada menemui aku.”
Aku tertawa. “aneh kamu. Aku tuh pgn ngobrol sama kamu masa gak boleh.” Kataku mendekat.
“boleh sih. Tapi mav kita gak ada urusan lagi. Jadi…”
“oh.. jadi menurutmu stlh tugas itu selesai, aku gk boleh ngobrol lagi sama kamu?”
“yup.”
“aneh. Org pgn ngobrol sama kmu mlh dilarang.”
“mav. Aku gk punya bnyk waktu.” Katany sambil pergi meniggalkan kelas.
“tunggu hiro… omonganku belum selesai.”
Iapun berhenti.
“well thanks for everything you gave to me.”
Hiro tertawa. “bodoh. Aku gk pernah ngasih apa2.”
“kamu yg bodoh. Kamu tuh dah bikin aku have fun. Thx. Kamu tuh dah ngerjain tugas itu dg baik. Thx. Kamu udah ngajak aku sopping. Thx. Kamu…”
“jangan becanda.. jangan gila. Aku ngelakuin smwnya karena tugas dan perjanjian yang kita buat. Kamu lupa?”
“perjanjian??”
“iya.. aku hanya akan have fun selama kita ngerjain tugas. Setelah tu, kita gk ada hub apa2. Dan kamu sndiri kan yg bilang. Lebih cpt menyelesaikannya lbh baik.”
“iy sih. Tp..”
“gk ada tapi2an ay. Janji adalah janji. Dan itu harus ditepati.”
Hiropun akhirnya pergi meninggalkan kelas.
“UH BAKA!!!!”
Ntah kenapa air mata malah keluar dan menetesi wajahku.
Akupun berlari keluar kelas. Aku tak tau ryuu masih menungguku diluar. Dan ia melihatku berlari samhbil menangis. Iapun mengikutiku. Dan berhasil menangkap tanganku.
“ay, kamu kenapa?”
“gak gpp.” Kataku mengelap air mata.
“hiro ngapain kamu?”
Begitu mendengar ryuu mengeluarkan kata hiro, aku kembali menangis.
“hiro.. dia jahat ryuu.. sewaktu aku ngerjain tugasnya sensei aku have fun bgd berada di dekatnya. Aku sng bisa ketawa sama dia. Td aku Cuma mau blg thx tapi, dia malah pergi. Aku gk tau kenapa aku nangis ryuu..”
Ryuu memelukku.
“sudahlah ay. Kamu gk berhak nangis hanya karena stupid hiro kaya gitu. Udah. Seharusnya akmu bersyukur. Hiro menjauhii kamu itu berarti dia gk akn ganggu hidup kamu. Itu kan yg kmu pgn?”
“iya. Tp stlh hari2 yg kita lalui, alu bingung pa aku bisa hidup tanpa dia.??”
“bisa ay. Bisa. Skrg kmu harus lupain dia. Tugasnya tomo dah selesai. Dan aku yakin hidupmu akan jauh lebih nyaman setelah gk ada hiro.”
Akupun menangis di pundaknya ryuu, rtyuupun memelukku. Aku msh bingung dang k tau. Knp aku nangis. Jauh disana, hiro melihat kejadian ini.
“gomen ne aya. Aku pikir kamu lebih baik bersama ryu disbanding aku. Kalo bersamaku kita hanya akan bertengkar-bertengkar dan bertengkar. Jadi lbh baik kamu bersamanya. And gw mnk gk ad hub apa2 sama lo….. “
Hari inipun diakhri dengan tangisan kebingungan mengenai apa yg terjadi pada diriku. Namun aku mempercayai hatiku dan keyakinanku kalau esok akan jauh lebih baik tanpa HIRO. Begitu juga dengan hiro. Hari esok akan jauh lebih baik tanpa AYA.
Apa benar mrk kan seperti itu selamanya???
to be continued- Location:home
- Music:one by tohoshinki
Keesokan harinya..
“harlo minna..!” sapaku pada orang rumah dengan muka cemberut dan dongkol.
Niichan yang melihat mukaku pertama kali meledekku.
“duh.. yang habis ketemu hiro kok malah cemberut???? Hehehe..”
Aku yang mendengar lelucon itu ingin sekali membchihiron tinjuan maut kepada haru-nii.
“ih.. emang dia selalu bikin aku BT, cemberut dan dongkol kaya gini…” kataku sambil menuruni tangga. “awas aja kalau nanti ketemu disekolah aku kasih tinjuan maut gara-gara kemarin membuang waktu yang ada dengan percuma!!!!”
Mama yang melihatku hanya geleng-geleng kepala.
“aduh.. pagi-pagi sudah bikin sumpah serapah begitu gak baik ah ay!” kata mama sambil tersenyum. “oh ya kemarin teman kamu yang kemarin datang lagi kerumah.”
“siapa ma?” tanyaku sambil minum.
“itu. Calon pacar.. RYUU..” kata haru-nii sambil meledekku.
“oh.. mending kemarin aku gak usah temuin hiro. Mending ketemu ryuu aja daripada ketemu dia.” Kataku kembali sebal dan dongkol
“aduh aduh..yang lagi diantara dua pilihan hahaha..” kata haru-nii tertawa.
Aku hanya mejulurkan lidah dan kembali meledeknya.
“biarin. Daripada kakak gak pernah ada cewek yang nyamperin kakak. Haha.. mereka semua sepertinya sudah tau sikap aslinya kakak. Hahaha..” kataku sambil membuat tanda kutip.
“yee.. itu karena kakak tolak semua. Emang kamu. Dua-duanya dibikin bingung sama sikap kamu.”
“uh! Sok tau!”
Akupun duduk di meja makan dan mulai makan.
“itadakimasu!”
Ketika makanku hampir selesai haru-nii kembali membahas tentang hiro.
“gimana kemarin? Dah dapat ide?”
“hee.. ide apaan?? Yang ada kemarin kita gak jadi kerja bareng!”
“lah?! Emangnya kemarin kalian ngapain aja?”
“ngurusin anak hilang sampai lupa apa yang harus kita kerjakan.”
“terus tugas kalian?”
“mau gak mau hari ini harus negosiasi sama tomo-sensei.”
“kalo gak dibolehin?”
“paksain. Harus bisa. Kalo gak bisa aku mogok sekolah dan nyalahin hiro.”
“lah?! Salah kamu juga. Kenapa gak mikir ide sendiri lalu ngasih tahu ke hiro. Atau gak ngerjain sendiri tanpa bantuan dia. Ntar haru-nii bantu.”
“uh! MALAS NIICHAN!!” kataku sambil menghabiskan makanan terakhir lalu minum.
“pa, ma, aku berangkat ya!”
“hati-hati.”
Akhirnya aku dan niichan berangkat bersama-sama lagi. Tapi tetap saja aku sedang tidak mau bercanda dengannya karena hidup mati sekolahku adalah hari ini. kalau aku gak bisa negosiasi yaa.. habislah aku!
Akhirnya aku sampai juga disekolah. Aku segera berpisah dengan niichan dan menuju ruang guru. Begitu sampai di ruang guru aku melihat tomo sensei sedang sibuk mengurusi makalah-makalah yang ada di ruangannya. Aku segera menghampirinya.
“sensei.”
“aya-san! Mau ngumpulin tugas?”
“hmm saya mau membicarakan hal itu.”
“kenapa?”
“sensei..!!! onegai!!! (please)” kataku memohon. “tolong kasih aku waktu tambahan untuk mengerjakan tugas terakhir ini.”
“kenapa? Belum selesai? Sepertinya sensei belum pernah melihatmu bekerja sama dengan partnermu di sekolah?”
“gomen sensei. Kami sibuk sama kesibukan kami masing-masing.”
“kesibukan kalian lebih penting dari tugas saya?”
“bukan itu sensei.”
“ok. Kalau menurut kalian kesibukan kalian lebih penting. Saya maklum. Dan silakan meninggalkan ruangan saya. Saya tunggu tugas kalian hari ini di kelas.”
“sensei. Onegai!!!!”
Tapi tomo-sensei malah terus berjalan menghiraukan omonganku. Aku sedikit sebal akan sikapnya itu dan menunjukkan muka bt.
Sementara di depan ruang guru, hiro melihat kejadian hal itu. Dan diapun melihat mukanya aya menunjukkan tanda kecewa karena tidak berhasil membujuk tomo-sensei.
Akupun keluar dari ruang guru dan berpapasan dengan hiro. Aku melihatnya. Melihat mukanya yang tidak perduli dengan apa yang aku lakukan itu membuatku sebal ingin sekali membchihiron tinjuan mautku. Bahkan aku ingin sekali membuat muka COOL-nya itu menjadi abal, jelek, dan hancur berantakan. Andai saja aku bisa membuatnya seperti itu.
Ketika aku berpapasan dengannya, aku terus-terusan membchihiron muka sebalku padanya. Sementara dia tetap sok terlihat cool. Uh!! Ingin sekali aku menonjoknya saat itu juga.
Akan tetapi bel telah menyelamatkan nyawanya.
Aku segera kembali ke kelas.
Aku tak memperdulikannya yang berjalan lain arah denganku.
“uh! Dia mo ke ujung duniapun aku gak perduli!!!!!!!”
Langkahku semakin cepat menuju kelas.
Ketika di kelas, tomo sensei belum datang. Aku tetap tak perduli. Aku sudah sebal dengan guru itu yang tidak mau membchihiron waktu sedikit untukku.
Lalu micchi baru datang. Aku menyapanya.
“hei. Tumben baru datang?”
Ia terlihat ngos-ngosan.
“iya nih. Tadi makalah buat tomo-sensei ketinggalan.”
“oh” kataku datar.
“btw, makalahmu gimana? Ngebahs apa?”
Aku terdiam ketika yuuki menanyakan hal itu.
“tau ah. Gak perduli aku.”
“lah?! Belum kalian buat ya?” jawab yuuki bingung.
Aku terdiam dan mengangkat bahu pertanda aku tak perduli.
“oh ya ay! Tadi aku ngeliat hiro lagi ngobrol sama tomo-sensei.”
“oh! Apa hubungannya denganku?”
“ada lah. Masalahnya aku ngeliat hiro mohon-mohon gitu sama tomo sensei. Apalagi coba kalau bukan mengenai tugas kalian berdua.”
“ehh.. mana mungkin dia mohon-mohon demi tugas kita. Maybe dia ngomongin hal yang lain.” Kataku cuek.
Lalu hiro datang diikuti tomo sensei dihadapannya. Tomo sensei menuju mejanya sementara hiro menuju mejanya juga.
Ia terlihat sok cool seperti biasanya sewaktu aku menengok kearahnya. Begitu mata kita berpapasan, aku menjulurkan lidah dan menunjukkan muka abalku. Lalu kembali menghadap kedepan.
Aya sama sekali tidak perduli kalau hiro tersenyum sesaat ketika aya menoleh tadi. “baka!” itulah kata yang ia keluarkan sambil tersenyum. Namun, beberapa saat kemudian, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Berbicara dengan dirinya sendiri.
“ngapain juga gw senyum ngeliat muka abalnya dia???”
Lalu pelajaranpun dimulai. Namun sebelum itu tomo-sensei berbicara.
“terima kasih kepada kalian yang telah mengumpulkan tugas tepat waktu. Dan untuk aya hiro, bapak memaklumi problem kalian. Jadi kalian bisa mengumpulkan tugas itu paling lambat senin pagi di meja bapak. Bapak mohon kerjasama kalian satu kali ini saja. Dan kerjakan tugas ini dengan baik.” Kata tomo sensei sambil tersenyum.
Aku yang mendengar hal ini hanya bisa terdiam melongo. Aku sama sekali tidak menyangka kalau tomo sensei mengijinkan kita mengumpulkan tugas itu hari senin. Aku menengok kea rah hiro. Ia sedang berdiri dan berkata. “hai sensei. Arigatou gozaimashita!” katany sambil menunduk. Akupun ikut-ikutan menunduk dan mengucapkan hal yang sama. Namun tingkahku terlihat sangat amat canggung.
Akhirnya semester 1 akan segera berakhir. Kami hanya tinggal menunggu ujian dan hasilnya. Bel pulang telah berbunyi. Micchi dan yuuki pulang duluan karena mereka mengerti apa yang harus aku kerjakan saat ini juga. Akupun segera menuju ketempat hiro.
Begitu sampai ditempatnya, belum satu kata kuucapkan dia sudah mengatakan kata itu duluan
“kau jangan berpikiran aku memohon-mohon kepada tomo sensei demi kamu.”
“ih! PD banget! Siapa juga yang berharap kamu mohon ke tomo sensei demi aku.”
“aku melakukan ini semua demi nilaiku.”
“ya.. akupun begitu. Aku berinteraksi denganmu hanya karena tugas, tomo sensei dan nilaiku.”
“setelah ini kita sama-sama menjalani kehidupan masing-masing.”
“yeah! Dan jangan ganggu kehidupan lagi.”
“ok! Deal.”
“deal.”
Aku danhiropun berjabat tangan seperti orang bodoh tapi jauh di dalam lubuk hatiku berkata, “apa aku bisa hidup tanpa berinteraksi dengan hiro??”
Hatinya hiropun berkata hal yang sama.
Namun kita tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kami berduapun keluar kelas bersama. Begitu kami keluar aku melihat ryuu berada di depan kelasku.
“hai ay!”
“hai.” Sapaku sambil tersenyum.
“mau pulang?”
“yup.”
Namun mata ryuu justru terlihat tajam memandang muka hiro. “ada apa gerangan?” pikirku.
“hey hey.. kok kalian malah bertatap-tatapan..” kataku to the point.
“oh.. hehe.. biasa.”
“ohh.. kalau teman lama kaya gitu ya?” kataku. Namun di lubuk hatiku aku berkata “pertanyaan bodoh =.=”
Ryuu tersenyum.
“hmm pulang bareng yuk!”
Belum sempat aku menjawab, hiro sudah menyambar tanganku dan berkata, “mav! Hari ini aya sudah punya janji denganku. Jadi tolong ganggu kami. Bye!” kata hiro dengan tersenyum tapi sedikit berbeda dengan senyum yang biasanya.
Sementara aku hanya terdiam melihatnya menyeret-nyeretku sambil terus memegang tanganku. Bahkan melewatu haru-nii yang sedang berjalan dengan keichiro senpai. Namun tanganku terus dipegang olehnya. Akhirnya, sewaktu aku sadar apa yang terjadi aku berkata.
“hiro!! Hiro!! Stop!! Lepasin tangan aku..!! apa-apain sih.. megang tangan orang.. sakit tau..!!!” kataku sambil menepis tangannya sehingga dia berhenti dan melepas tanganku.
Namun ucapanku cukup keras sehingga orang yang berada di sekitar kita sempat melihat kerah kita. Aku hanya tersenyum begitu mereka melihat kearahku dan gak perduli akan apa yang mereka pikirkan mengenai hal tadi. Dan aku kembali ke hiro.
“ngapain sih tadi pake acara megang-megang tanganku??”
“hey. Jangan kePDan.. aku ngelakuin itu biar urusan kita cepat selesai. Aku gak mau ryuu itu mengganggu kita.”
“iya aku tahu. Tapi gak perlu narik dan megang sampai sejauh itu donk!”
Hiro baru sadar kalau ia keterusan memegang tanganku. Ia garuk-garuk kepala, dan saat itu mukanya terlihat sangat amat baka. Akupun tertawa. Dan berkata, “baka!”
Aku terus-terusan tertawa sampai tak sadar dia menatap mukaku begitu dekat. Aku terdiam. Dan ia berkata,
“aya, kau tahu. Mukamu juga terlihat lucu begitu aku menarikmu tadi. Apalagi, ketika melewati kakak-kakak kita. Hahaha..” katany sambil tertawa terpingkal-pingkal.
Aku otomatis tersenyum dan tertawa.
“wow. Baru kali ini kita bisa tertawa bebas tanpa bertengkar.” Begitu pikirku sambil tersenyum. Akhirnya aku mengeluarkan kata..
“hiro, bagaimana kalau untuk sementara kita ikut-ikutan terbawa suasan seperti ini sampai tugas kita selesai. Jadi, kalau kita tidak terus-terusan bertengkar tugas kita kan cepat selesai. Dan akan lebih cepat juga untuk tidak berhubungan lagi. Gimana?”
“usulmu bagus juga. Aku setuju.. ok! Semoga kita bisa bekerjasama.” Katany tersenyum sambil berjabat tangan.
Akupun tersenyum dan berjabat tangan dengannya.
Akhirnya hari terakhir di sekolah di semester satu ini kuselesaikan dengan senyuman dan berharap hari esok jauh lebih baik dari hari ini.
Setelah pulang sekolah aku segera menuju rumahnya hiro. Rencananya kita akan mengerjakan makalah ini dirumahnya. Ketika kami keluar sekolah, kami berpapasan dengan Chihiro.
Aku menyapanya.
“hai Chihiro! Long time no see.. hehhe…”
“apnya yang long time no see?? Kita kan ketemu tiap hari dan aku muak dengan mukamu itu. Apalgi hari ini.. ngapain juga kamu bersama hiro???”
“mau tau?? Tanya aja sama hiro!” kataku sambil melihat manja ke arah hiro.
Bagusnya hiro sepertinya mendukung apa yang aku lakukan. Iapun tersenyum.
“well, aku mengundang aya ke rumahku. Dan kau tak perlu tahu apa yang akan kita lakukan disana.” Kata hiro kembali melihat ke arahku.
“alah Cuma ngerjain tugas tomo sensei kan?”
“kau salah. Bukan itu juga tujuan kita..” kata hiro. “iya kan, ay?”
Aku hanya mengangguk saja. Aku ingin sekali bertanya apa maksudnya ia berkata hal itu kepada Chihiro. Namun aku gak mau memulai keributan dengannya. Aku ingin tugas ini cepat selesai.
“bye, Chihiro. We don’t have many time untuk meladenin kamu.”
Akhirnya kita meninggalkan Chihiro.
Dijalan hiro bercerita panjang lebar mengenai Chihiro.
“uh, aku sebal banget sama sikapnya Chihiro. Kamu tahu gak dia selalu bersikap seperti itu sama setiap cewek yang dekat denganku.”
“hahah..” aku tertawa. “sepertinya aku belum pernah melihat ada satu orangpun cewek yang dekat denganmu. Bahkan sepertinya kau ignore juga mereka. Dan kayanya Chihiro itu suka and naksir berat sama kamu. Kenapa gak kau jadikan pacar saja. Hahaha..”
“sial! Mending aku cari cewek lain aja daripada jadian sama Chihiro. Haha kau benar. Sekalipun ada cewek yang deketin aku, aku hanya bersikap spt biasa dan yaa you know lah. Tapi Setidaknya gak kaya kamu. Cuma ryuu aja yang ngedeketin kamu. Haha.. gk ada cowok lain apa selain ryuu..”
“sial! Aku sma ryuu gak ada hubungan apa-apa. Kita Cuma temenan doank ko. Eh, kau bilang apa tadi? Bersikap biasa kalau ada yang ngedeketin kamu? Tapi sepertinya sikapmu ke aku sangat amat luar biasa deh..”
“hehe.. kalau kamu berbeda. Kau kan tukang ambil barang orang tanpa ijin. Hehe..” kata hiro sambil berlari.
“sialan!” kataku sambil mengejarnya.
Aku tersenyum ketika merasakan apa yang aku lalui bersama hiro hari ini.
“baru kali ini aku melihat hiro tertawa lepas dan bercanda denganku. Baru kali ini aku melihat seorang hiro memang sangatlah cool.. andai kita bisa bersikap seperti ini dari awal kita bertemu. Tapi, pernah merasakan hal ini saja sudah membuatku bahagia”
Dan hiropun berpikiran hal yang sama.
“aku tak menyangka aya seorang gadis yang cukup asik untuk diajak bercanda. Entah kenapa aku baru menyadarinya hari ini? coba saja kita bisa seperti ini dari awal dan berlangsung selamanya. Haha.. aku suka senyumnya yang lepas itu.”
Pikiran kita sempat terputus ketika ada seseorang yang memanggil nama kita.
“aya-nee, hiro-nii..!!!”
Begitu kita menoleh ternyata sayuri yang memanggil kita.
Kitapun menghampirnya yang sedang berjalan bersama dengan kedua orang tuanya.
“sore tante.” Sapaku.
Hiro hany tersenyum, “sayuri, kamu terlihat bahagia sekali..”
“hehe iya.. soalnya papa dan mama bener-bener sayang sama aku. Dan aku juga melihat kalian berseneng-seneng seperti kami. Sayuri bahagia……………..^^.”
Aku dan hiro tersenyum.
“sayuri bahagia, aya-nee juga bahagia.”
“hiro-nii juga.”
Sayuri tersenyum.
“well, sayuri kita gak bisa berlama-lama ada yang harus kita kerjakan. Sampai ketemu lain waktu ya.”
Sayuri tersenyum, “ok niichan.. sayuri doakan kalian terus awet ya. Hehe.. jyaa na..”
Kamipun berpisah dengan sayuri dan menuju rumah hiro.
Dari awal perjalanan sampai rumah hiro kami sedikit terlihat canggung. Tapi, kami tetap tertawa ketika salah satu dari kami mengeluarkan candaan.
Dan.. kamipun sampai di rumah hiro
Rumahnya terlihat cukup sederhana dengan adanya kebun kecil yang menghiasi halaman rumahnya. Hiropun membuka pintu dan mengucapkan salam “tadaima” yang berarti aku pulang. Akupun terus mengikutinya sampai akhirnya bertemu dengan ibunya hiro. Akupun membchihiron salam dan diapun membalas senyuman dan salamku.
“kamu tunggu disini aja dulu. Aku mau ganti baju dulu.” Kata hiro sambil berjalan ke kamarnya.
Dan aku melihat ke sekeliling. Aku cukup menyukai rumahnya ini. lalu pandanganku berhenti ketika aku melihat foto keluarga di meja di dekat ruang tamu. Akupun berjalan menghampirinya.
Dalam foto itu aku melihat senyum seseorang yang tak biasa kulihat. Senyum inipun berbeda dari senyum yang tadi kulihat ketika aku bercanda dengannya. Ya, orang itu adalah hiro. Dalam foto itu aku melihatnya tersenyum dengan puas dan bahagia disamping papanya, maybe. Lalu mataku juga tertuju kepada keichiro senpai yang juga tersenyum dengan bahagia. Senyumnya pun terlihat berbeda dengan senyum yang biasanya. Akumengerutkan jidat. Dalam foto ini mereka semua terlihat sangat amat bahagia. Namun, mengapa hanya hiro yang tidak menunjukkan kebahagiaannya itu lagi?
Aku sedikit tersentak ketika ibunya hiro menyenggolku.
“temannya hiro ya?”
Aku mengangguk.
“baguslah. Dia bisa kembali bersosialisasi.”
Aku cukup kaget mendengar jawaban dari ibunya itu.
Lalu, ibunyapun mengajakku duduk di ruang tamu dan bercerita..
“dulu keluarga kami sangat bahagia dan senang dengan hidupmu. Dan kau tahu, hiro yang memang jarang senyum di sekolahnya bisa kembali tersenyum di rumah. Tapi hal itu hilang ketika suami saya meninggal dunia dalam kecelakaan. Ini membuat kami semua shocked dan yaa sepertinya kehilangan semangat hidup dan kebahagiaan. Yang paling sedih dan gak terima semua ini adalah hiro dan haruki. Namun karena haruki waktu itu sudah cukup besar, ia mengerti semuanya. Tapi hiro tidak. Ia sangat terpukul dan kehilangan sosok ayah yang sangat ia cintai. Yaa akhirnya, semenjak smp dan sampai sekarang ia terus seperti ini dan jarang senyum. Apalagi akhir-akhir ini..” katanya..
Begitu aku mendengar kata ‘akhir-akhir ini’ aku mencoba untuk bersenyum dengannya.
“tapi saya juga senang kalau dia bisa mempunya teman cewe seperti kamu.”
“ha?! Hiro pernah cerita mengenai saya?”
“hahaha.. gak. Bukan begitu maksud saya. Setidaknya dia bisa bersosialisasi lah.”
Akupun tertawa. Lalu hiropun datang dengan muka yang seperti biasanya.
“kita kerjain di atas aja.”
Akupun beranjak namun ibunya hiro sempat memegang tanganku.
“tolong jagan dan terus bikin hiro tersenyum lagi, aya-san.” Katanya tersenyum.
Aku kaget begitu ibunya memanggilku dan mengetahui namaku. Namun aku tidak sempat bertanya padanya karena hiro kembali memannggilku.
Setelah mendengar sedikit kisah mengenai masa lalunya hiro, aku sedikit mengerti mengapa ia menjadi seperti ini. akupun kembali merasa bersalah ketika aku sempat membuatnya bertambah kesal.
“hiro-kun..”
“apa.”
“kita bikin tema tentang orang tua aja. Contohnya yaa.. ayah dan ibu..”
Hiro terdiam. Aku tersadar.
“ups. Mav. Bukan maksudku..”
“kau sudah tau ya?”
“hmm.. mav ya aku sempat bikin kamu nambah trouble.”
“un, daijoubu.” Katanya datar. “yosh! Kita kan sudah janji tdak akan bertengkar lagi sampai tugas ini selesai.”
Aku mengangguk.
Akhirnya kitapun mengerjakan tugas ini agar dapat selesai tepat pada waktunya.
Kita tidak terlihat canggung, canda dan tawaan sempat menghiasi kerjaan kita. Namun aku tetap belum bisa melihatnya tertawa lepas. Laluu..
“hai .. ngapain ngeliatin aku terus.”
Wow ternyata hiro tersadar aku memperhatikannya.
“hmm..”
“kau gak perlu sok cemas sama aku. Aku gak apa-apa.”
“mav.”
“yo.”
Akhirnya kamipun kembali melanjutkan tugas kita.
Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Cukup lama kita mengerjakan tugas ini. namun tugas ini masih belum selesai. Aku melihat jam.
“lanjutin aja terus..” kataku.
“kamu gak pulang apa?”
“udahh.. entar aja..” kataku.
“ntar dicariin orang rumah gimana?”
“tak apa. Sudahlah. Kita lanjutin aja.” Kataku tersenyum.
“omakase.”
Lalu dari jauh terdengar suara keichiro senpai dan haru-nii..
“harlo minnasan….” Kata keichiro senpai.
Aku menoleh dan melihatnya berjalan bersama kakakku.
“lah?! Ngapain anchan kesini?”
“jemput kamu lah! Emang kamu mau nginap disini?”
“yaa.. tugasku belum selesai.”
“lanjutin besok aja.” Kata hiro tiba-tiba. “lagian aku juga cape ngerjain ini terus-terusan dari tadi.”
“uh!! Dasar cowo males. Ywda kita lanjutin besok aja.”
“wew. Jangan langsung pulang. Bantu aku taruh ini semua ke kamarku.”
“haaiii… wakarimashita… =.=” kataku sedikit sebal.
Keichiro dan haur-nii tertawa. Aku mendiamkannya.
Kami berduapun akhirnya menuju kamar hiro. Ketika hiro membuka pintunya terlihatlah kamar cowo yang benar-benar cowo. Kamarnya memang tidak berantakan. Tapi terlihatlah sisi kalau hiro memang seorang cowok. Haha. Aku melihat kesekeliling. Ada beberapa poster yang tertempel disana. Bahkan disudut kamar aku melihat ada fotonya bersama dengan keluarganya terutama dengan ayahnya. And…. Mataku langsung tertuju kepada sebuah poster yang sangat amat aku kenal. YAP, poster LARUKU. Aku langsung menggeletakkan bawaanku di kasurnya hiro dan mendekati papi hyde..
“wow.. kamu juga fanatic banget ya sama laruku.”
“hey2…. Ini jangan seenaknya ditaruh di sini..”
“sejak kapan kamu suka laruku?”
“aduh aya… ini dulu diberesin..”
“hihi iya2…” kataku akhirnya berbalik ke tempat semula.
Namun kini mataku kembali berhenti kaget ketika melihat satu foto yang sangat amat kukenal.
Dalam foto itu terlihat seorang cewe sedang berpose dengan seorang cowok. Cewek itu memakai pakaian yang anggun dan cowok itupun memakai pakaian yang cool. Mereka terlihat bahagia. Dna diatasnya tertulis ‘cewe aneh. Lain daripada yang lain. --->’ matakupun langsung menuju kearah tanda panah disebelahnya. Kali ini foto cewek yang sama tapi cewek itu disini terlihat amburadul, ancur berantakan. Dan diatasnya kemabli tertulis ‘ini kehidupan cewe rese sehari-harinya. Berbeda dengan aya yang ada di foto yang disebelahnya’
Aku cukup kaget dan mengucek-ngucek mataku ketika mendekati foto itu dan…..
“Hiro-kun….”
“apa.” Kata hiro tanpa membalikkan badannya.
“sejak kapan kau mempunyai fotoku. Dan sejak kapan kau memfoto diriku. Dan sejak kapan kau memanggilku cewe rese. Dan kenapa kau mempunyai foto yang hilang di rumahku.” Kataku to the point.
Hiro langsung berhenti dari kerjaannya dan menhadapku.
“oh.”
“uh! Don’t say oh!! Ini foto diriku… sejak kapan???”
“kalau kau mau ambil saja. Aku tidak memperdulikannya ko.”
Belum sempat aku berbicara lagi hiro kembali berbicara, “kau jangan PD dan beranggapan aku ini pengagum rahasiamu. Foto kau yang lagi cakep2nya itu bukan aku yang mengambilnya. Tapi aku temukan berada di surat yang kau bchihiron padaku bersama DVD laruku. Dan yang ancur itu, aku sengaja ambil untuk membedakan mana yang the real hebi onna. Dan ternyata, kau memang hebi onna, aneh, rese, dan menyebalkan.”
“uh!!!!! Rese…”
“hahahaha…. Yawda ambil lagi aja. Aku dah gak perduli lagi ko.”
Akhirnya aku mengambil kembali foto yang bagus dan memalukan itu. Dan segera keluar dari kamarnya dan pulang kerumah.
Keeseokan harinya, aku kembali mengerjakan tugas itu di rumah hiro. Meski malas harus datang pagi-pagi, aku antusias datang karena aku memang ingin tugas ini cepat selesai. Tapi begitu sampai dirumahnya yang kulihat hanyalah hiro yang sangat amburadul dan tentunya belum mandi. Aku sempat kaget melihat cowo yang biasanya cool menjadi ancur berantakan seperti ini. namun, ibunya hiro hanya tertawa.
“ya beginilah aya. Kehidupan sehari-hari hiro dirumah. Amburadul dan cuek. Ya hamper sama seperti kamu. Hahaha.”
Aku hanya tersenyum saja dan melihat seorang hiro dalam keadaan kacau ini.
Namun hiro bukannya segera mandi dan siap-siap tapi dia malah nyantai dan mengajakku jalan ke shopping centre bersama keichiro.
Ahh.. mereka membuatku dongkol. Entah ada angina pa mereka mengajakku ke shopping centre. Padahal jelas-jelas besok adalah tugas deadlinenya kita.
Namun aku kembali tersadar kalau tugas kita memang perlu tambahan informasi. Akhirnya kamipun benar-benar pergi ke shopping centre dank e took buku.
Sepanjang perjalanan, aku benar-benar berada dan merasakan seperti sedang berjalan dengan seorang artis dan model.
Keichiro senpai memakai baju yang melihatnya tampak sangat cool..
Tapi hiro lebih cool dari keichiro. Well, dia memang selalu terlihat cool. Aku sama sekali tidak tahu harus bersikap apa ketika berjalan dengan mereka.
Perjalanan kamipun selesai ketika hari mulai siang. Tapi tidak langsung rumah. Kelaparan membuat kita harus makan dulu di sebuah resto di situ. Dan….. mereka memilih tempat yang cukup dan sangat ramai. Membuatku tak bisa membaca buku untuk tambahan tugas kita. Namun, aku harus berkata apa. Aku tak tahu seluk beluk nagano. Dan aku hanya bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Termasuk mengangguk-angguk saja ketika banyak orang yang bertanya, “ceweknya ya?” “pacarnya ya? Waa ii no..” “waa enak sekali bisa jalan sama model sekolah nagano.” “ih, minta tanda tangannya juga donk..” “ayo foto bareng.”
UH!! Cape sekali aku hari ini harus ikut ritual khasnya model sekolah nagano =.= tapi apa boleh buat. Sudah harus menjadi kebiasaanku menerima semua ini ketika jalan dengan mereka. Malahan, keichiropun berkata, “kau harus latihan. Karena maybe dirimulah yang nanti akan seperti kita.”
Uh.. mana mau aku menjadi model. Cape!
Finally, kita kembali berada dirumah. Namun waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore sementara tugas belum kelar. Aku segera menyeret hiro ke kamarnya untuk melanjutkannya sesegera mungkin.
1jam berlalu
2jam berlalu
Kita masih belum juga selesai. Semnetara aku sudah terlihat lelah. Namun semngatku masih ada dan aku akan terus berjuang untuk menyelesaikan tugas ini. tapi mataku tidak bisa ikut dan diajak kompromi. Akhirnya aku jatuh tertidur di dalam ruangannya hiro tanpa sadar cowok itu memperhatikanku.
Pikiran hiro
“kau memang gadis lucu. Thanks sudah mau jalan denganku. Well, memang tadi sangat melelahkan. Mav. Dan sayang sekali kita tidak bisa photobook saking banyaknya orang yang ngegangguin kita tadi. Hehe. Kau tidur sajalah dulu. Biar aku yang menyelesaikannya semuanya. Oyasumi! Dan.. kemungkinan besar ini adalah hari terakhir kita bertemudan bercanda seperti ini. mav kalo aku ada salah. Arigatou. Oyasumi!”
Hiropun membelai rambut aya, pipinya, dan ntah apa yang akan dia lakukan terhadap aya karena begitu mulutnya mendekat kemukanya aya, kakaknya datang menghampiri.
“wew, sorry gannggu.”
“yee.. gak lah. Nih. Taruh dia dikamarku saja. Biar aku yang ngerjian sisanya. Kau telpon orangtuanya saja.”
“wow. Tadi kamu mau ngapain aya?”
“yee.. jgn negative thinking.. tadi Cuma mau itu ngilangin ilernya.”
“masa sih?”
“serius. Udah ah. Mau lanjutin lagi. Jangan ganggu den niisan.”
“kamu suka sama aya ya hiro?”
“HA?! PA?! GAK lah… gila kali aku suka sama cewe amburadul kaya dia.”
“lah kamu sendiri kan amburadul.”
“justru itu. GAK lah,..” kataku kembali melanjutkan tugas itu.
“don’t hide your feelings hiro.”
“apaan sih. No ya no.. “
“hahaha.. yasudahlah.. tapi kalau kau tidak menyampaikannya, dia tidak akan mengerti.”
“omakase.”
Keichiropun pergi dan aku kembali memikirkan perkataannya
“what?! Naksir aya? Aku? Haha gak lah.. bisa gila aku kalo sampe beneran jatuh cinta sama dia. Ahh, keichiro nih bisa aja ngomong hal aneh kaya gitu.”
Hiropun kembali mengerjakan tuags tu sampai selesai dan akhirnya tertidur.
Dikelas,
“haruki, sikap aya di rumah gimana?”
“aya? Biasa. Tapi ya akhir2 ini dia kelihatan aneh gitu. Kadang2 happy kadang2 bete. Ntah tuh anak kesambet setan apaan bisa jadi aneh kaya gitu. Bahkan.. ngeliat dvd laruku ja bt. Biasanya kan rame gak karuan kalo ngeliat hyde yang udah tua gitu.”
Haruki dan keichiro tertawa.
“mnknya napa?” Tanya haruki.
“gpp sih. Hiro juga keliatan aneh akhir2 ini. suka ngelamun gitu kalo di rumah. And.. waktu itu dia pernah kepergok gy megang foto. Ntah ya itu foto siapa. Tapi mukanya dia kelagapan gitu pas gw tiba2 masuk ke kamarnya.”
“hoo.. itu foto cewe yang dia taksir kali.”
“ntah ya.”
“ywsu kau tanyakan saja pdanya.”
“yeah.. tapi.. gw sedikit bingung… aya sama hiro dulu bisa berantem kaya gitu karena apa ya?”
Hening sesaat.
“apa aya gk cerita smthng sama lo?” Tanya keichiro lagi.
“nope. Gw juga gk ngebahas hal itu lagi. Ahh.. dua orang itu mnk suka gk jelas ya. Haha.”
Merekapun akhirnya berhenti membahas mengenai adiknya masing2 karena bel masuk telah berbunyi.
Dikelas,
“ay..” panggil micchi.
Ayapun menoleh sesaat sebelum masuk ke kelasnya.
“ahh.. lagi dan lagi kiita ditinggal nih ma lo.. hehe..” kata micchi sambil tersenyum.
“tw nih.. menghilang dari hiro dapet si ryuu.. hihi.. asik bgd sih jadi lo, ay!”
“what??? Asik?????? Ihh… amit2 dh gw bisa kenal sama orang yang bernama HIRO..!!!” kataku sambil menekankan kata “hiro.”
Aku tak sadar kalu hiro berada tepat dihadapanku.
“eh, siapa juga yang suka kenalan sama lo. Amit2 juga ya gw bisa berhubungan lagi sama lo dalam tugas menyebalkan itu..!!” katanya sambil berlalu keluar dari kelas.
“AHH..!!! OMAKASE!!!” kataku sambil mengepalkan tangan pertanda rasa kebencian dan kesebalanku terhadapnya.
Namun, kedua sahabatku hanya tertawa melihat kejadian tadi.
Ditempat hiro,
Dilihat dari mukanya hiro masih terlihat kesal dan dongkol dengan sikap aya tadi. Namun ia tetap terlihat cool buktinya banyak sekali cewek2 yang terpesona pas melihatnya jalan di lorong sekolah.
Kemudian, namanya dipanggil oleh seseorang.
“hiro!” panggil orang itu.
Hiropun menoleh. Ternyata ryuu-lah yang memanggilnya.
“hei, dah lama ya kita gk ngobrol bareng. Gimana kabarnya?” Tanya ryuuji.
Yaa semenjak ada event model sekolah di smpnya hiro dan ryuuji cukup akrab karena hanya merekalah yang tetap bertahan di event tersebut. Namun akhir2 ini mereka sibuk dengan kesibukan masing2 dan jarang berbicara.
“yeah.. dah lama gk ngobrol. Kamu sepertinya sibuk ya sama karir sepupumu itu. Hehe..” kata hiro tertawa (read= GYAA.. senyumnya tano-chan lucu.^o^ *penulis fainted* haha XD^o^)
“lah, apa hubungannya aku sama dia. Aku gk bakalan mau ya ikut2an tenar kaya dia. Jadi model di sekolah aja udah repot. Hehe.”
“yaa.. kau bener. Tapi mo gmn lagi. Gara2 kita model tetap pas smp dan skrg kembali mjd model sekolah lagi, sptnya kita hrs terus menjadi model sampai lulus kali ya.”
“yaa.. kaya kakakmu tuh. Keichiro.”
Merekapun terus berjalan tidak sadar bahwa mereka masih berada di jam sekolah sampai akhirnya mereka bertemu dengan tomo sensei.
“hiro, ryu.. apa yang sedang kalian lakukan disini? Bukannya kalian harusnya da di kelas?” Tanya tomo sensei.
Mereka baru sadar kalo mereka hamper saja bolos pelajaran.
“oh iya kita kan masih pelajaran. Ah, ini smw gara2 aya rese itu!” kata hiro menunduk. “gomen sensei.”
Iapun segera berjalan berbalik arah menuju kelasnya.
Hiropun tiba di kelas begitu juga dengan ryuu. Tapi dia bingung, mengenai pernyataan hiro sebelum mereka berpisah. Tapi ia tidak begitu memperdulikannya karena pelajaran sudah dimulai dari tadi.
Bel pulangpun berbunyi. Aya melepas lelah dengan menjulurkan tangannya ke atas. Hal itu dikomentari hiro.
“henna no.” katanya datar sambil keluar kelas.
Pada saat itu kelas langsung terdiam mendengar omongan hiro. Begitu juga dengan aya. Ia bingung kenapa hiro tiba2 mengomentari tingkahnya itu. Tapi ia kembali tidak memperdulikannya karena ia malas berhubungan dengan cowok itu lagi.
Sementara hiro, dengan memakai tas khas anak jepang, ia berjalan di lorong sekolah. Ia memakai jaket birunya dan semakin terlihat cool. Hal itu membuat cewek2 yang berada disekitarnya terpesona. Lalu, ryuupun memanggilnya.
“hey.” Katanya menyenggol tangannya. “dasar kau. Masih tebar pesona saja di sekolah. Hehe..”
Ryuu tersenyum dan hiropun tersenyum.
“yeah.. gini2 gw kan masih model tetap sekolah.”
“haha jangan lupa! Gw juga model tetap sekolah dan merupakan saingan lo.”
Merekapun tertawa.
“ya.. dari dulu kita emang selalu saingan. Untungnya kita gak sekelas.”
“yeah.. tapi akan lebih seru kalo kita sekelas lagi.”
“yup. Moga2 aja tahun depan kita sekelas.”
Ryuu mengangguk disertai anggukan hiro.
“berarti kalo tahun depan kita sekelas. Gw harus nyiapin segala cara untuk gk akan kalah lagi dari lo.” Kata ryuu.
“oh.. gw juga. Akira menai ne..^^”
“haha… kita tuh selalu saingan ya. Apa ya yg blom bikin kita saingan?” Tanya ryuu.
“ah, pertanyaan bodoh.” Jawab hiro datar.
Ryuu tertawa.
“eh, tp ya juga sih. Apa ya yg blom bikin kita saingan?” Tanya hiro dan ryuu kemudian.
Merekapun berpikir. Ya, begitulah sifat asli mereka jika mereka berdua bertemu. Kebodohan demi kebodohan akan terjadi dalam pembicaraan mereka. Persainganpun terus terjadi. Tapi tetap saja, persahabatan mereka tidak pernah terputus. Dan ya, hamper semuanya mereka libatkan dalam persaingan. Pelajaran, style, penampilan, gaya, model, bahkan sampai hal bodohpun mereka bikin persaingan kecuali..
“cewek!” jawab ryuu dan hiro berbarengan.
“haha… pikiran kita sama.” Kata ryuu..
“yeah.. tapi emang bnr kan. Kita blom pernah saingan utk mendapatkan seorang cewek.”
“haha.. hal yang bodoh. Seorang model tetap sekolah seperti ryuu dan hiro, belum pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Haha…” kata ryuu..
Hiro tertawa. “hey, keichiro niichan juga dimasukin donk. Dia juga lom pernah jadian kali.”
Mereka kembali tertawa. (mav ya kalo bodoh =.= gk ad aide =.= )
“eh.. tp sptnya lo bklan dapet cewe dh, tano.” Tutur ryuu.
Hiro kaget. “what?! Cewe dari mana? Aku lom nemuin ce yang cocok, ryuu. Kau kali..”
“haha masa sih.. tadi pas mo balik ke kelas, kau sempet mengeluarkan dan membicarakan kata ‘aya’.” Tutur ryuu. “ aya siapa, tan?”
Hiro terdiam dan kaget.
“gila ya lo.. bikin perasaan gw BT aj.” Kata hiro kembali ke sifatnya.
“lho?! Jadi aya itu siapa? Sama gk ya sama aya yg gw kenal?”
“beda kali. Lo kalo ketemu sama aya yang ini bakalan ILFEEL deh..!! ih… amit2 deh gw bisa kenal dan berhubungan sama dia.”
“hey, gk boleh terlalu benci sama cewek. Ntar kena karma lho. Btw aya lo namanya sapa. Nama ayanya gw..” omongan ryuu terputus karena dipotong oleh hiro.
“the stupid, henna, baka mizurachi ayako..!!” kata hiro dengan raut muka yang menunjukkan kalo ia benar2 benci nama itu.
Ryuu kaget begitu mendengar nama itu.
Hening..
Hiro membalikkan badannya. “kalo aya lo, namanya sapa?”
Kembali hening..
“ah.. jgn bilang aya lo itu baka aya juga ya?”
Ryuu kembali terdiam.
“hey,, aya yg mana??” Tanya hiro.
“knp kau bisa mengambil kesimpulan spt itu?” Tanya ryuu
“gw pernah liat lo and dia have fun bgd pas gy berdua.”
Mereka berhenti. Hening. Tak ada suara. Lalu, hiro kembali melanjutkan jalannya dan…
“ahh… kau benar tano! Cewe yang lagi aku sukai dan aku pikir nyaman banget kalo gy bersama dia ya, mizurachi ayako. Teman sekelasmu itu!” akhirnya ryuu mengeluarkan suaranya.
Hiro yang tadi berjalan tiba2 terdiam.
“aya itu cewe yang asik, baik, kirei, cute, lucu, meski kadang2 bertingkah bdh. Aku suka sama dia. Satu lagi yang membuatku menyukainya adalah kepolosannya ketika pertama kali aku bertemu dengannya. Maybe.. mulai saat itu kali ya aku menyukainya” Jujur ryuu. “dan kau? Sepertinya kau sangat amat membencinya ya? Kenapa? Bukankah dia cewek yang asik?”
“yaa.. kau benar dia emang cewek yang asik. Aku tahu sifatnya itu. Tapi ntah kenapa Dia selalu menunjukkan sifat jeleknya itu padaku.” Kata hiro sambil berjalan cepat meninggalkan ryuu.
Ryuu sesaat kaget mendengar omongan hiro namun sebersit senyuman muncul di mukanya.
“hiro.. tahun ini persaingan kita bertambah. Pertama, saingan untuk mendapatkan grade tertinggi, kedua kembali persaingan untuk model sekolah, dan ketiga persaingan mendapatkan aya.” Ryuu tersenyum “dan aku tak akan kalah lagi darimu, tano!”
Iapun kembali melanjutkan langkahnya dan pulang menuju rumahnya.
Tak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan hiropun tak tau dan mengerti mengenai apa yang sudah ia utarakan tadi terhadap ryuu. Tak ada yang tahu apa yang terjadi esok. Haripun terus berlanjut. Dan malam telah tiba. Dan semakin larut. Hari esok akan segera tiba.
Keesokan harinya..
“aya, ada yang nyariin tuh di depan.” Kata haru-nii.
“sapa? Yuuki? Micchi?” tanyaku.
“bukan.. cowok itu.. ryuuji.” Kata haru-nii.
“ha?! Ryuu.. sejak kapan dia tahu alamatku?”
“ntah.. maybe dia punya mata2 kali.”
Aku menghiraukan omongan haru-nii dan segera menuju ke tempat ryuu.
“ohayou.” Sapa ryuu
“ohayou.” Kataku. “btw, kau tw drmana alamat rumahku.”
“ohh.. kemarin aku lewat di sekitar sini. And ngeliat kamu. Sekarang juga iseng lewat sini dan yaa.. pgn mampir dulu bentar.”
“oh.” Jawabku datar. “tapi kmrn aku gk ngeliat kamu di sekitar sini ko.”
Ryuu hanya tertawa menyeringai dan aku mengangkat bahu.
“mo masuk, ryuu?”
“hmm disini aja juga gpp.”
“oh. Ywsu. Gw kedalam ya.” Kataku datar meninggalkan ryuu.
Ketika di dalam,
“aya, temannya kok gk disuruh masuk?” Tanya mama.
“ma, bukan temannya tapi calon pacar. Hahaha..” kata haru-nii tertawa.
“ihh.. apanya yang calon pacar.”
“lagian lo tuh deket bgd ma dia. Apa coba namanya klo bukan calon pacar??”
“omakase deh.” Kataku datar. “iya dh ntr aku suruh masuk. Lagian ada angin ap sih dia dtg kesini segala?”
“ya jelas lah.. mo jemput calon pacarnya. Hihihi..”
Aku hanya geleng2 kepala melihat tingkahnya haru-nii karena moodku hari ini lagi gak mood untuk bercanda dan meladeni omogannya tu.
“ryuu.. mending lo msk kedalam ja.” Kataku mempersilahkannya masuk tapi segera meninggalkannya lagi.
“aneh. Kenapa sikapnya aya cuek kaya gitu?” bingung ryuu. Tapi iapun segera masuk ke dalam rumahnya itu.
“wait ryuu. Gw kedalam dulu. Mo make seragam.” Kataku berjalan menuju kamarku.
Dan ryuu masih terlihat bingung dengan sikap dan keanehanku.
“hei, santai aja kali. Aya kayanya gy BT gara2 kejadian kemarin. Kalo BTnya dah ilang pasti dia balik ke sikap semula.” Kata haru-nii
Ryuu hanya tersenyum.
Beberapa menit kemudian, aya turun dan “ryuu gw mo ke sekolah nih. Haru-nii gw duluan ja ya.”
Ayapun segera keluar dari rumahnya”ittekimasu!”
Dan ryuu pun ikut ke luar rumah dan mengejar aya.
“ay.. aya tunggu…” panggil ryuu. Diapun berhasil memegang tangannya aya.
“yo. Nani?”
“kau kenapa? Beda banget dari biasanya.”
“sorry ryuu.. gw gy bnr2 bad mood….”
“kenapa? Kalo ada apa2 cerita aja sama aku.”
Akhirnya aku berhenti. Menghela napas.
“uh! I hate hiro!!” kataku langsung dan tiba2.
“kenapa?”
“I hate anything who related with hiro!!!”
Ryuu bingung sementara aya terus2an berkata kalau ia membenci hiro.
“aku ngerti kalau kamu benci banget sama dia. Tapi jangan tumpahin kebencian kamu sama aku donk!”
Aya menoleh. Melihat muka ryuu yang penuh perhatian itu.
“kalau kamu ada masalah sama dia jangan terlalu dipikirin. Hiro memang menyebalkan seperti itu. Kalau kau terus ladenin dia akan terus ngelonjak. Aku sama dia saingan dari dulu tapi kita tetap berteman karena aku menghiraukan apapun yang membuatku bisa membencinya.” Kata ryu sok bijak sambil tersenyum.
Aya terus melihat kea rah mukanya hiro.
“kalau kamu benar2 membencinya, akan lebih baik kalau kamu menghindar dari dia.”katanya lagi.
Kini aya memalingkan mukanya.
“aku ingin sekali menghilang dari kehidupannya dia. Tapi tugas itu mengharuskanku untuk terus berada dekat dengannya.. lebih2.. dia sama sekali gak perduli akan hal itu. Uh!!! I hate HIRO the way he is..!!!!” kataku sambil berjalan dengan jalan yang amat sangat sebal. (nani kore?!)
“hoy.. matte yo aya!!” panggil ryuu.”kalau kamu marah2 kaya gitu, muka kawaii kamu bisa berubah jadi iblis lho. Hehe..” kata ryuu lagi sambil mengekspresikan muka iblis.
Ayapun sejenak tertawa melihat ekspresi ryuu dan akhirnya mreka berangkat ke sekolah bersama dengan tertawa. Dan ryuu merasa puas dengan apa yang sudah dia lakukan. Ia tersenyum.
Setelah kejadian ini, ryuu terus2an berada disamping aya dan dia terus2an mendekati aya dengan tujuan mendapatkan hati aya. Aya sendiri tidak menyadari akan hal itu sementara hiro terlihat makin hari makin kesal melihat dua sejoli itu. Dan aya meski ia senang tidak ditemukan lagi dengan hiro ia merasa terganggu dengan keberadaan ryuu dan sedikit kesepian.
Tak ada yang mengetahui mengapa mereka merasakan hal itu. Deadline tugaspun semakin dekat. Sementara hiro dan aya sama sekali belum melaksanakan tugas itu. Ntah mereka lupa atau tidak perduli akan tugas itu. Namun sesuatu akan terjadi.
Akhirnya tugasitupun hanya tinggal 2 hari lagi. Haruki sedang berjalan di lorong sekolah ketika sekolah sudah mulai sepi dan melewati kelasnya aya. Dikelas itu ia melihat micchi dan yuuki masih berada di kelas seperti sedang melakukan penelitian. Harukipun menghampirinya.
“hai” sapa haruki.
“senpai” jawab micchi dan yuuki.
“lagi ngapain. Rajin banget!”
“iya nih. Bisnya deadlinenya 2 hari lagi sih.” Jawab micchi.
“deadline? Tugas apaan?”
“karya ilmiahnya si tomo-sensei. Emang aya dan hiro belum buat tugas itu ya?” Tanya yuuki.
“apa?? Aya sekelompok sama hiro??”
Mereka berdua mengangguk.
“pantesan!” jawab haruki datar. “ok thx ya!”
Harukipun segera meninggalkan kelas dan segera pulang untuk memberitahukan aya. Dijalan ia bertemu dengan keichiro. Iapun membicarakan hal itu dengan keichiro. Tapi, ternyata hiropun memang belum mengerjakan karya ilmiah itu. Akhirnya mereka berniat untuk memaksa mereka berdua mengerjakan karya ilmiah itu dalam waktu 2 hari.
Dirumah aya..
“aya..” panggil haruki
Ayapun keluar kamar. “doshite?”
“kamu ada tugas dari tomo sensei ya?”
Aya mengangguk.
“dah dikerjain”
Aya menggeleng.
“BAKA!!! Ntar kamu gk dapat nilai aya!! Knp gk dikerjain??”
“lah.. partnerku aja cuek kaya gitu. Malas aku!”
“kamu gk boleh kaya gitu. Kalian udah jadi partner. Setidaknya bekerjasama lah hanya dalam waktu 2 hari. Kalau tugas udah selesai kalian bisa sendiri2 lagi.”
Aya masih terdiam.
“demo tugas ay. Demi nilai kamu. Dan demi aku ay!”
Aya masih terdiam.
“aya. Kmu udah gede. Buang keegoisan kamu. Cuma 2 hari.. abis itu it’s over!”
Aya masih terdiam.
Harukipun kesal dengan keegoisan aya dan mulai beranjak untuk meninggalkannya lalu ayapun mulai berbicara
“ok2.. tapi apa bisa selesai dalam 2 hari?”
“bisa ay! Haruki dan keichiro akan bantu. Tapi kalian berdua harus kerjakan semaksimal mungkin. Cuma 2 hari aja.” Bujuk keichiro.
“haaaaii..” kataku dengan ucapan malas dan tak bersemangat.
“ywda. Cepat temui dia. Lebih cepat lebih baik.”
“ok! Besok akan aku bicarakan.” Kata aya. “no comment niichan!!” keluar dari kamar dan menuju ntah kemana.
Harukipun mengejarnya.
“aya kamu jangan mnja kaya gitu donk. Udah tau tgl 2 hari lagi. Mana bisa.”
“abis kapan aku bisa ketemu dengannya??”
“hari ini. kamu ke rumahnya aja. Ntar aku kasih alamatnya.”
“ahh.. ok2.. iya.. ntar abis makan.” Katanya segera turun menuju dapur.
Haruki tersenyum. “sekarang tinggal keichiro. Good luck hika!”
Dirumah hiro.
“hiro..” panggil keichiro.
“ya”
“tugas kamu udah dikerjain lom?”
“malas. Ayanya aja gk perduli.”
Melihat jawaban simplenya hiro akhirnya keichiro pun membujuknya dengan segala cara seperti keichiro membujuk aya. Dann..
“hai.. ntar aku kerumahnya!”katanya dengan ekspresi datar meminum orang juiicenya.
Setengah jam kemudian aya dan hiro di tempat yang berbeda berencana untuk mengerjakan karya ilmiah itu. Meski mereka bertampang BT untuk bekerjasama mereka tidak menyadari kalau mereka akan mendapatkan sesuatu di mala mini.
“ittekimasu!” kata aya dan hiro.
Merekapun pergi dan ternyata mereka bertemu di tengah jalan secara tak senagja.
“yo!” sapa hiro duluan.
“yo!” jawab aya
Mereka terdiam cukup lama.
“aku mau membicarakan tugas kita.” Kata mereka berbarengan.
Mereka pun terdiam.
“kamu duluan aja.” Mereka kembali berkata hal yang sama berbarengan.
Akhirnya mereka tersenyum dan tertawa.
“haha.. ternyta kamu juga perduli sama tugas itu?” Tanya aya.
“ya.. karena tugas itu penting untuk tomo sensei dan diriku.”
“ya. You right.”
Mereka tersenyum.
“haha..” aya tertawa.
“nani?”
“kenapa kau pake jaket setebal itu?? Cuaca cerah begini.. gk bkl hujan kali..”
“eh. Omakase deh! Sedia paying sblm hujan kali!” kata hiro berjalan melihat sekeliling.
Sementara itu dirumah aya, ryuu datang berkunjung. Namun ia terlihat kecewa ketika haruki berkata aya sedang pergi ke rumah hiro. Iapun segera pulang.
“kamu ada ide apa?”
“gk ada. Biasanya ce punya bnyk ide.”
“uh! Aku gym alas!
“oh!
Merekapun kembali terdiam. Lalu tiba2 terdengar suara jeritan seseorang seperti jeritan anak kecil.
“okaaa-chan!!! Huhuhuh” kata anak itu sambil ngusap2 matanya.
Aya yang merasa iba berjalan menghampiri anak kecil itu. Hiro mengikutinya.
“alo adk. Kamu kenapa?”
“mama dan papaku bertengkar.”
“aduh.. terus kenapa kamu disini?”
“bodoh! Dia minggat kali!” jawab hiro.
“yee.. emang anak kecil bisa minggat apa??”
Melihat aya dan hiro bertengkar anak kecil itu menangis lagi.
“huhuhu.. jgn bertengkar di depan sayuri lagi. Sayuri benci pertengkaran” katanya.
Hiropun menghampiri anak kecil itu.
“iya2. Mav ya. Kita tadi Cuma beda pendapat aja. Nama kamu siapa?”
Aya yang melihat hiro begitu baik sempat sedikit terpesona namun kata2 inilah yang ia keluarkan
“dasar! Giliran sama anak kecil aja baru baik.”
“emang kenapa? Kamu jealous?”
“yee.. syp juga yang jealous??”
Hiro kembali mengelus2 rambut anak kecil itu.
“nama kamu sayuri?”
Anak itu mengangguk.
“kamu kabur dari rumah ya?”
Ia mengangguk lagi.
Aya yang kaget melihat jawaban itupun mendekati anak itu.
“aduh. Kamu gak perlu kabur dari rumah. Nanti mereka nyariin kamu gimana?” kata aya.
“abis mama dan papa berantem terus. Aku bosen melihat hal itu.” Kata sayuri.
“mungkin mrk lagi ada masalah kali.” Kata hiro
“mereka gak sayang aku.”
“sayuri.. mereka sayang kamu ko! Mereka pasti nyariin kamu. Makanya kamu cepet pulang ya.” Kata aya.
“iya. Memang didalam hubungan itu pasti ada pertengkaran. Tapi aku yakin orang tua kamu itu sayang banget sama kamu. Mereka pasti merasa kehilangan banget kalo kamu ngilang kaya gini.” Kata hiro bijak.
Aya terkagum2 melihat hiro bisa bertindak bijak seperti itu.
“lebih baik kamu pulang ya. Biar kak aya dan kak hiro nganterin kamu.” Kata hiro.
Sayuri tersenyum. “mereka bnran sayang sayuri?”
Aya dan hiro tersenyum dan mengangguk
“seperti kalian meski bertengkar saling menyayangi?”
Aya dan hiro terdiam.
“iya kan?” Tanya sayuri lagi.
Mereka masih terdiam.
“neechan…”
“iya sayuri.. kita saling menyayangi ko!”
Sayuri tersenyum.
“aku sayang neechan dan niichan juga.!!” Katanya sambil memeluk aya dan hiro. Ia tersenyum dan tertawa bahagia.
Akhirnya aya dan hiro mengantar sayuri pulang kerumahnya.
“niichan.. pegang tanganku.” Katanya berkata kepada hiro.
“neechan juga.”
Aya dan hiropun memegang kedua tangan sayuri.
“aku senang melihat kita seperti ini. seperti keluarga! Neechan jadi kaa-chan niichan jadi too-chan!” katanya senang.
Aya dan hiro hanya tersenyum.
Lalu merekapun sampai di depan rumah sayuri.
Namun mereka datang di saat situasi yang salah. Orang tuanya sayuri sedang bertengkar. Hal itu membuat sayuri semakin sedih.
“kaa-chan, too-chan!” panggil sayuri.
Mereka berduapun segera mendekati sayuri.
“sayuri. Kemana aja kamu? Mama khawatir..”
“sayuri.. papa juga khawatir.”
“hey.. sejak kapan kamu perduli sama dia?? Kerjaan kamu kan Cuma kantor aja.”
“lah. Kamu juga. Bisanya ke salon terus.. ngabisin uang papa hanya karena salon itu. Akibatnya sayuri kan ilang gitu.”
Sayuri yang melihat kejadian itu menangis.
Iapun menjerit..
“uh!!! Toochan to kaachan daikirai!!!!!” kata sayuri sambil berlalu meninggalkan aya, hiro dan kedua orangtuanya.
Ayapun mengejar sayuri sementara hiro menahan kedua orangtuanya dan berbicara.
“mav tante kalo saya lancang nahan tante dan om.”
“kamu siapa?”
“tadi saya ketemu sama sayuri. Kelihatannya dia sedih banget pas liat kalian berdua bertengkar sehingga kabur dari rumah.” Kata hiro. “mav klo saya lancang berbicara seperti ini. menurut saya yang salah bukanlah salah satu dari kalian. Tapi kalian berdua. Kalian terlalu egois dengan kesibukan masing2 sehingga sayuri merasa kesepian dan kabur dari rumah begitu. Saran saya lebih baik jangan terlalu sibuk dan kedepankan urusan keluarga. Terutama sayuri. Sayuri masih kecil. Dia gk tau apa2 tapi punya perasaan.”
Mereka berdua terdiam.
“permisi. Saya mau mengehar sayuri dan aya.”
Hiropun keluar dari rumah itu dan mengejar sayuri.
Di tempat sayuri,
“sayuri-chan.. tunggu!!” panggil aya.
Akhirnya aya berhasil memegan tangan sayuri yang masih menangis.
“neechan bohong!!! Papa sama mama gak sayang sayuri.. mereka masih aja seperti itu!! Huhuhu.. lbh baik sayuri tinggal sama neechan aja atau kabur lagi.”
“sst!! Sayuri gak boleh ngomong kaya gitu. Mereka sayang sama sayuri. Buktinya tadi mereka nyariin sayuri kan? Tenang aja mereka pasti akan ngejar sayuri ke sini.” Kataku.
Lalu sayuripun memeluk aya.
“neechan…..”
Akupun membalas pelukannya itu. Ia menangis di pelukanku. Akupun ikut terharu dan sedih melihat sayuri menangis seperti itu.
Lalu hiropun datang. Ia melihat kondisi dimana aya dan sayuri sedang berpelukan. Ia tersenyum lalu menghampiri kedua gadis itu.
Hiro membelai rambut sayuri.
“sayurii.. jangan nangis lagi ya! Niichan bawa sesuatu buat sayuri.” Kata hiro
Sayuripun mengelap airmatanya dan melepas pelukannya bersama aya.
Hiropun membchihiron sayuri boneka panda. (ntah dapat darimana =.=)
Sayuri tersenyum. “makasih niichan.” Sayuripun sekarang memeluk hiro.
Aya tersenyum.
“wow.. hiro bisa bertindak seperti ini juga.. baiknyaaaa….” Pikir aya. Ia kembali tersenyum.
Lalu, “neechan.. sini.. aku juga sayang neechan..”
Akhirny sayuri, aya, dan hiro berpelukan di tengahnya malam.
Lalu tiba2 datanglah dua orang yang memanggil nama sayuri.
“sayuri..”
Sayuripun melepas pelukannya itu dan menoleh.
“mama. Papa.” Panggilnya.
Mamanyapun langsung menuju arah sayuri dan memeluknya. Begitu juga dengan papany.
“mavin mama dan papa ya sayuri. Kita janji gak akan berantem lagi ko. Kita sayang sayuri.”
Sayuri tersenyum.
“kalian janji gk akan berantem lagi?”
mereka mengangguk.
Sayuripun tersenyum.
“aku sayang kalian juga…”
Akhirnya mereka berpelukan dan mulai kehidupan baru.
Aya dan hiro yang melihat kejadian itu tersenyum.
“waaa… benar2 kejadian yang indah. Aku jadi terharu.” Kata aya.
Lalu orangtuanya sayuri menghampiri hiro.
“anak muda makasih ya. Saran kamu dan penjelasan kamu membuat kita sadar kalau kita salah sama sayuri.”
“gpp tante. Kita kan sayang sayuri. Jadi saya juga ikut membantu.”
“hehe.. ma, hiro-nii juga papaku. Aya-nee juga mamaku. Jadi aku punya 2 mama dan 2 papa..!!!” katany tersenyum dan menggandeng tangan aya dan hiro.
Aya otomatis mencubit pipinya sayuri.
Mereka tertawa.
“ohh jadi kalian juga pasangan ya?” Tanya mamanya sayuri.
“semoga kalian terus akur ya..” kini papanya sayuri yang berbicara.
Aya dan hiro langsung terdiam. Ntah apa yang ada di pikiran mereka masing2.
“hehehe…… sayuri juga berharap kalian gk akan berantem lagi..”
“yasudah. Kita pulang dulu ya. Makasih udah nemenin sayuri malam ni.”
“iya tante. Sama2.” Kata aya.” Dada sayuri… sampai nanti..!! jangan nangis lagi ya!!”
“iyaa.. bonekanya juga dijaga terus. Jangan sedih lagi. Kita semua sayang sayuri.” Kata hiro tersenyum.
Sayuri tersenyum.
“bentar ya ma, pa.”
Sayuripun berjalan ke arah aya dan hiro.
“neechan dan niichan makasih ya..”
Aya menunduk membelai rambutnya sayuri.
“sama2 sayuri. Ywda sebaiknya kamu segera ke tempatnya mama dan papa. Mereka nungguin kamu tuh.”
Hiro hanya tersenyum begitu sayuri melihat ke arahnya. “bai bai sayuri.”
Akhirnya sayuripun berjalan bahagia ke tempat orangtuanya dan hiropun berbalik arah menuju rumahnya sendiri.
“hei hiro…… tunggu!!! Gimana dengan tugas kita??”
Hiro terus berjalan. “ntar aja besok kita lanjutin. Gw cape.”
Aya kembali dongkol.
“uh!!!!! Bnr2 deh tu orqang!! Kembali ke sikapnya yang semula!!!! “
“hiro… tunggu….!! setidaknya kasih ide donk mau bikin karya ilmiah apa,,”
“udah besok aja. Aku capek!”
“ih!! Kenapa sih lo tuh punya sikap yang berubah2 dan gak jelas kaya gitu….ywda terserah deh!!!”
Kini mereka kembali bertengkar dan kembali kerumahnya masing2..
Diperjalanan pulang
Pikiran hiro
“aku gk tau kenapa aku bisa bersikap cuek sama kamu aya. Aku sudaah berusaha untuk menerima kamu dan berusaha baik sama kamu. Tapi ttp saja, muka cuek yang keluar dari mukaku. Lagian!! Apa urusannya sama kamu!! Aku mau cuek kek mau baik kek bukan urusanmu… dan juga bukan urusanku..”
Pikiran aya.
“uh!!!! Hiro baka!! Hiro jelek!!! Hiro amburadul!!! Jelek!!! Baka!!! Nyebelin!!!!! Gk punya pendirian!!! Ahh.. bodo amat ah!!! Mau dapat nilai 0 gk perduli!!!!!!!”
“eits!! Ngapain juga gw memperdulikan dia??? Amit2 deh….. sudahlah.. aya!!! Ngapain juga kamu perduli sama dia..!! dia itu baka bin odong2.. menyebalkan juga!!!”
Kini mereka sama sekali tidak menyadari akan perasaan mereka masing2 yang timbul. Dan perasaan mereka terus mengalir sampai waktunya mereka menyadari akan perasaan itu.
to be continuedtoAkhirnya aku memutuskan untuk mencoba tersenyum dan menemui micchi dan yuki di kantin. Namun tetap saja perasaanku masih merasakan hati yang hampa. Ntah kenapa.
“aya!!” panggil micchi dengan ceria.
Akupun berjalan menuju arahnya dengan senyum namun tidak bersemangat.
“hei, lesu banget! Kau masih sakit ya, ay?” Tanya yuuki.
Aku hanya tersenyum saja.
“waduh, kepribadian lw jadi beda gini ya kalo gy gak enak badan.” Kata micchi.
Aku masih terdiam.
‘well, aku emang gy malas untuk menjadi seperti aya yang biasanya. Bukan karena aku gy gak enak badan. Tp karena ntah kenapa aku merasakan hati yang hampa saat ini. maybe ya karena sakitku ini.’
“aya mending kamu di kelas aja deh.” Kata micchi lagi.
“maaf ya minna. Aku gy gk mood untuk ngobrol dan bertingkah spt biasanya. Tp lebih baik lagi kalo aku ada disini.^^” kataku sambil memberikan senyumanku kepada 2 orang temanku itu.
Akhirnya istirahat itu aku mencoba menghilangkan kehampaan hatiku dengan tertawa dan bercanda dengan yuuki dan micchi. Hal itupun aku lakukan terus sampai pelajaran hari ini selesai dan waktu pulang tiba. Sementara hiro, ia tetap seperti biasanya. Menjadi cowok yang cuek namun tetap terlihat cool di kelas. Tapi aku sudah tidak perduli lagi dengannya. Maybe hubunganku dengan dia akan berakhir disini.
Aku terus meneruskan langkahku menuju lobby sekolah ditemani yuuki dan micchi. Lalu haru-nii muncul.
“aya” panggil haru-nii
Kitapun menoleh.
“senpai!” sapa yuuki dan micchi.
Aku hanya tersenyum. Sepertinya haru-nii terlihat lelah. Dan teman-temanku sepertinya dia sudah tidak begitu gugup berbicara dengan kakakku.
“dah mendingan?” Tanya haru-nii.
“un. Haru nii?”
“aku? Mank aku kenapa?” katanya cuek. “harusnya aku yang Tanya keadaan kamu. Ywda kita pulang sekarang aj. Mama dah nunggu di rumah.”
Haru-niipun mulai beranjak.
“yuuki, micchi osakini! Jyaa mata! Kyou wa arigatou!^^” kataku sambil tersenyum dan menuju ke arah niichan.
“haru-nii, beneran daijoubu?” tanyaku dijalan.
“yeah. Mnk mukaku kenapa?”
“kau kelihatan lelah.”
“ya iyalah! Kemarin semaleman nyariin kamu. Mnknya kamu sama hiro knp sih? Dan kamu sama dia ada masalah apa sih sampe aku bolak balik gitu”
“oh, mav!”
“terus masalah kamu sama hiro?”
“dah selesai. Aku gak akan ganggu dia lagi.”
“serius? Selesai?”
“yeah.”
“mnk masalah kalian ap sih?”
“nothing special. Intinya dah selesai. And sekarang aku lega. Hari2ku tidak akan diganggu HIRO!!!” kataku sambil tersenyum merekah bahagia.
Haru-nii hanya diam dan terus melanjutkan perjalanan.
Mereka tidak sadar kalau ternyata hiro dan keichiro berada di sekitar situ. Hiro teramat sangat kaget begitu ia mendengar aya berkata hal itu dengan senyum bahagia
“hoy, serius lw gk berhubungan lagi sama aya?” Tanya keichiro.
“yeah. Seperti yang lw denger tadi. Dia BAHAGIA gak berhubungan lagi sama ak. Dan akupun BAHAGIA gak diganggu dia lagi.” Kata hiro yang kini mempercepat langkahnya.
‘aku heran. Kenapa aya bisa bersikap manis dan cute di surat dan di foto itu??? Beda banget sama sikap dia hari ini. ah bodo amat. Intinya gw gk ada hubungan ap2 lagi sama dia. BEBAS!’
Jadi dengan begini mulai hari ini hubungan aya dan hiro berakhir sudah. Namun mereka tidak tahu bahwa hubungan mereka akan terus berlanjut sampai kapanpun.
*******
Hari esoknya aku terlihat sangat ceria. Serasa kembali terlahir di dunia. Aku merasa kalo hari inilah hari pertamaku berangkat kesekolah. Dan hari ini akan aku mulai dengan senyuman.
“Ohayou, minnasan!!!” sapa ku ketika turun dari kamarku.
“wow.. ceria banget lw. Tumben!” kata haruki aneh.
“haha.. aya dah segar dan ceria lagi lah. Masa sakit terus. Ntar yang ada kalian2 pada kangen sama sikap blak2annya aku. Hehhee..”
Mama mengelus rambutku dan papa tersenyum.
“baguslah kalau kamu sudah baikan. Setidaknya kamu bisa membuat hari2 kita heboh lagi.”
Kita semuapun tersenyum dan mulai makan makanan yang disiapkan mama.
“Itadakimasu!!”
Setelah makan aku dan haruki seperti biasa berjalan bersama menuju sekolah.
“niichan..” spaku.
“yeah.”
“sumpah.. hari ini gw happy abis. Serasa terlahir kembali hehe.”
“dasar. Kan kita baru 2 hari masuk sekolah. Dan ini hari ke3 kita. Mnk lw biasanya ceria tiap hari kan?”
Aku tertawa.
“tapi gw heran. Kok kmrn doank ya lw diam gitu. Ap karena sakit?”
Aku terdiam.
“tapi kyanya pas lw sakit dulu2 kala gk kaya kemarin deh.”
Aku kembali terdiam.
“apa gara2 hiro?”
Kini haruki berhenti dan menatap wajahku.
“sebenarnya kamu sama hiro kenapa sih? Bnr2 ribut?”
“dah gk ada ap2 ko. Kita skrg fine2 ja.” Jawabku dtar.
“ohh.. serius?”
Aku menghiraukan omongannya haru-nii dan berjalan lebih cepat menuju sekolah.
Sifat senang dan keceriaanku terus berlangsung sampai satu minggu sebelum ujian kenaikan kelas tiba. Dan hubunganku dengan hiro tetap berjalan seperti sama2 sekali tidak saling kenal. Harukipun sudah tidak bertanya-tanya lagi akan hal itu. Dan kini bener2 hiro hanyalah masa lalu yang tidak akan pernah muncul lagi. Namun, kali ini akan ada satu event yang akan membuat aku dan hiro kembali berhubungan dan tak ada satu orangpun yang tahu akan hal itu.
Dikelas,
“ya seperti biasa sebelum ujian tiba kalian harus mengadakan suatu penelitian yang nantinya akan menjadi tugas terakhir. Sensei sudah membentuk kelompok yang masing2 terdiri dari 2 orang. Dan seperti biasa kalian harus membuat laporan sebagus mungkin dengan dikumpulkan ketika hari pertama.”
Sekelaspun langsung mendesah.
Sementara aku tetap ceria dan tersenyum spt biasanya. Seolah-olah tugas ini hanyalah tugas yang biasa.
Tomo sensei pun membacakan nama-nama kelompoknya sampai tiba namaku dipanggil bersama….
“mizurachi ayako bersama kobayashi hiroki”
“APA?!” aku dan hiro kompak mengatakan hal yang sama..
“tidak..” bisikku..
“omakase!” kata hiro dengan nada seperti org yang sebal.
“ok. Sensei harap kalian bisa bekerjasama dengan partner kalian. Dan tugas pertama mulai dibicarakan hari ini. ingat! Deadlinenya pas hari pertama ujian. Dan setelah itu kalian bisa konsentrasi ke ujian dan setelahnya bisa menikmati event sekolah seperti biasa”
Lalu seisi kelaspun mulai beranjak menuju tempat partnernya. Sementara aku dan hiro tetap berada di tempt duduk masing2. Tapi, tomo sensei malah memperhatikan kita yang sama sekali diam tidak melakukan tindakan apapun. Akhirnya aku menuju tempat duduk hiro dan duduk di hadapannya. Namun suasana diantara kita berdua tetap diam tak ada reaksi.
….
15menit berlalu. Tidak ada reaksi antara aku dan hiro. Kami sama sekali tidak berbicara dan itu membuat tomo sensei menghampiri kita.
“aya, hiro, kalian sudah memikirkan akan meneliti ap?” Tanya sensei.
Aku dan hiro yang dari tadi diam kaget begitu melihat sensei berjalan menuju kita.
“hai. Kita lagi memikirkannya sensei.” Kataku tersenyum mencairkan suasana.
Lalu tomo senseipun berjalan meninggalkan kita.
‘duh, kalo kaya gini terus sensei tea bakalan terus merhatiin aku sama hiro. Mau gak mau aku harus bicara lagi sama dia.’
“hiro-kun…” kataku memanggilnya.
Iapun menoleh, “nani”
“nani nani… hey kita tuh disuruh bikin penelitian. Mikir kek mo neliti paan?” kataku langsung to the point.
“kamu aj yang mikir. Kan tadi kamu yang bilang kalo kita lagi mikir.” Katanya tetap cuek.
‘gila ya nih cowok. Dah lama gak ngobrol ttp ja kaya gini. Kalo bukan karena tugas gw gk bklan mau ladenin dia deh….’
“hiro, buat tugas kita bersama dan nilai kita bersama. Douzo yoroshiku onegaishimasu!!!” kataku berdiri dan menunduk.
“omakase!” katanya datar,
‘uhh….. mendengar kata2 omakasenya itu aku ingin sekali mengunci mulutnya itu. Gak ada reaksi sama seklai apa mengenai tugas ini. kok bisa2nya dia cuek gitu…. Bisa mati berdiri gw nanganin cowo rese kaya dia.. ahh… mukatsuku!!!!!!!’
Akhirnya selama 2 jam pelajaran aku hanya bisa menulis ketidakjelasan yang ada di pikiranku. Setidaknya sensei melihatku menulis sesuatu di buku catatanku. Sementara si baka hiro itu Cuma terdiam tak ada reaksi dan selalu membuatku kesal dengan tingkah konyolnya itu. Aku berharap aku bisa segera keluar dari kelas ini.
Beberapa menit kemudian bel istirahatpun berbunyi.
“yokatta…” akupun segera meninggalkan hiro dan beranjak keluar kelas.
Dan beberapa menit kemudian, micchi dan yuukipun menghampiriku.
“cie… berhubungan lagi sama hiro.. hahaha” kata micchi.
“tu namanya jodoh, ay!” sambung yuuki.
“APA?! Gila kali ya gw klo bisa JODOH sama dia.” Kataku langsung berjalan menuju kantin.
“hey2.. jangan terlalu benci, ay! Nanti jadi cinta lho..”
“terserah lo deh, micchi.. yang pasti gw gk tau gmn caranya gw nyuruh dia mikir buat penelitian kita ini. awas aja kalo nilai gw ancur hanya gara2 dia gak mau kerja!” kataku semakin dongkol.
Sementara micchi dan yuuki hanya tertawa.
‘ahh.. heran gw kenapa juga mereka pada ketawa. Padahal muka gw gy suntuk gini bukannya dibikin happy malah diketawain. Ahh.. hiro..!!! sampe kapan sih lo ganggu kehidupan gw..!!!!!!’
Lalu ada seseorang memanggilku.
“aya..”
Aku menoleh. Ternyata ryuuji yang memanggilku.
“ohisashiburi!”
“hai.. ohisashiburi..” kataku tersenyum “ryuu-kun genki?”
“genki. Aya?”
“hoho.. kimochi warui desu!” kataku sambil berjalan.
“haha kenapa? Perasaan akhir2 ini kamu keliatan bahagia gitu.”
“ada org yang menyebalkan masuk lagi kedalam hidupku!”
Ryuuji hanya mengangguk. Sementara aku berbicara dan bercerita mengenai kedongkolan hatiku saat ini. aku tak sadar kalo ternyata hiro berada disitu.
“sepertinya kau benar2 membenciku ya? Sangat amat beda sama orang yang kukenal dari foto..” pikir hiro. “dan sepertinya kau lebih bahagia bersama ryuu.”
Hening sesaat.
“BAKA.. ngapain juga gw mikirin si aya itu.. omakase!”
Kini hiro kembali kekelas. Dan ia tak sadar kalau tingkahnya itu diperhatikan oleh kakaknya sendiri yang sedang bersama dengan sahabatnya, haruki.
Merekapun mulai membahas mengenai adik2 mereka di kelas.
to be continuedAkhirnya kita keluar dari café dan menuju ke tmpt yg selanjutnya.
Mukaku keliatan pucat namun aku berusaha untuk selalu tersenyum ketika kei dan haru senpai bertanya keadaanku. Aku harus bisa terlihat kuat di dpn hiro itu..!!! namun makin lama pusingku semakin merajalela.. ingin rasanya aku tidur.. hal ini diketahui haru-nii
“aya-chan daijoubu?” Tanya haru-nii
Aku mengangguk.
“ng, serius?? Ap kita pulang aja?”
“gk usah niichan!! Katanya kita mau liat festival kembang api kan? Ywda.. lanjutin aja.. aku gpp..” kataku berusaha tersenyum.
Akhirnya perjalanan kembali berlanjut.
Kita sampai di tempat festival. Namun sebelum ke tempat melihat kembang api itu, kita harus melewati labirin yang disiapkan oleh panitia festival kembang api itu. Dan harus dilewati 2 orang. Berhubung keichiro dan haruki di urutan pertama maka mereka duluan yang jalan duluan.
“aya, km gpp sama hiro?”
“gpp niichan!! Ntr klo dia ngapa2in aku aku tendang.. haha..” aku berusaha tertawa..
Niichan tersenyum dan ia masuk ke dalam bersama keichiro.
Berikutnya aku dan hiro..
Begitu masuk, ruangan itu terlihat gelap. Aku berteriak kecil. Sangat kecil dan hiro tidak mendengarnya. Jujur aku takut gelap.. dan aku memang punya trauma dengan labirin yang gelap.. gara2 hal itu..
Ingatanku melayang ke 11 tahun yang lalu.. dimana aku maish berumur 4 tahun.. saa itu aku dan haruki juga pergi ke sebuah festival. Dan, saat itu aku dan dia jga bermain labirin. Karena aku begitu suka dg labirin, aku sampai tersesat sendiri. Sudah cukup lama aku teriak2 memanggil nama haruki tapi ia tak dtg2.. dan…. Semenjak saat itu aku jadi trauma bila bermain labirin.. apalagi labirin ini labirin yang gelap seperti 11 thn yg lalu.
Lalu aku pun tersadar kalau aku masih berada dalam labirin! Dan mendapati kalo hiro sudah tak ada disampingku. Aku langsung memanggil namanya.
“hiro kun!! Hiro kun!!” panggilku
“hiro!!” panggilku lagi. Namun, ia tidak menjawab panggilanku sementara, hiro
“aya, kau lama banget sih jalannya!! Dasar lelet!!” namun hiro tetap saja melanjutkan perjalanannya
Haruki dan keichiro sudah sampai kemudian hiro menyusul.
“are?! Aya mana?” Tanya haruki.
Hiro baru sadar kalo ternyata aya tidak berada disampingnya.
“eeto…”
Omongan hiro terputus karena aya tiba2 muncul.
Aku terlihat cape, mukaku kembali pucat namun aku masih bisa tersenyum.
“gomen!” kataku sambil tersenyum.
“daijyoubu?”
Aku mengangguk.
Lalu kembang apipun mulai dinyalakan. Hari sudah mulai malam (drtd dah malam malah)
“kirei na…..!!!” kataku terpesona melihat kembang api.
“aya-san, kalau kmu mau lihat lebih jelas naik perahu aja.” Kata keichiro.
Aku mengangguk. Lalu, aku mengajak haru-nii. Namun begitu sampai di tmpt perahu ternyata yang boleh menaiki ini adalah orang yang terdaftar di sebuah kartu itu. Kartu yang dipegang haru-nii yag terdaftar adalah namanya haruki dan keichiro sementara aku….
“ok, ini kartu untuk dia” kata hiro tiba2.
“silakan” kata pelayan itu.
Hiro langsung menaiki perahu itu. Aku terdiam.
“hey, ayo naik!! Katanya mau liat!! Gimana sh??”
Akhirnya aku menaikinya.
Keichiro dan haruki tertawa melihat kita berdua seperti itu.
“hey, keichiro,. Menurutmu mereka berdua itu cocok gak?” Tanya haruki.
“aya sama hiro?? Hahahhaa iyaa.. mereka itu kalo diliat2 lucu juga.. meski suka berantem mereka pasangan yang cocok.”
“iyaa.. waktu di Tokyo, dia memang orangnya seperti itu. Tapi lom pernah ada cowok seperti hiro yang begitu sama dia.”
“oh ya, hiro juga.. cewek yang sering2 gangguin dia itu gk seperti aya. Dan sepertinya hiro tadi cukup menikmati..”
Hahahhaha.. mereka trtawa.
“mudah2an aj hub mrk jauh lbh baik.”
“yaa… “
Lalu lagu pretty girlnya laruku berkumandang.
“haloo..”
“haruki, kamu ada dimana”
“okaasan? Ng, masih ngeliat kembang api.”
“tadi aya smpt pulang terus pergi lagi.. apa aya ada disitu?”
“iyaa.. dia lagi sama kita.. tng ja.. bntr lagi kita pulang ko!”
“kamu ini.. knp gk pulang dulu sih.. ganti baju dulu gituu..”
“kan anak muda ma!! Sekalian jalan hehhhhe..”
“ywda.. ntar pulangnya jgn mlm2 ya..”
“yaa..”
Telponpun terputus.
“abis ini gw ma aya lgsg balik ya?”
“ya, gw juga kali..”
Semnetara aku dan hiro..
Langit malam ini dan udara malam ini membuat tubuhku menggigil. Hiro yang memakai jaket sama sekali tidak meminjamkan jaketnya padaku. Dan sepertinya dia gak perduli sama aku.. dasar cowok!!! Lalu, angin semilir membuatku perahu kita sedikit goyang.. otomatis aku teriak.
“hey2.. jgn teriak napa?? Cuma goyang doank kali!!”
“yee.. wajar donk kalo kita takut.. sok berani lho!!”
“bodo!! Udah sini.. gw ja yang ngebawain perahunya..”
“gk gw aja!! Gw bisa kok!!”
Akhirnya terjadilah rebutan dayung di tengah2 danau itu.. dan.. perahu yang dinaiki mereka membuat perahu bergoyang dan itu membuat mereka saling berbenturan dan pingsan.. perahu masih terus berjalan menyusuri arus.. and ntah sampai dimana…
Semntara kembang api sudah selesai.. namun aya dan hiro belom kembali2 juga.. haruki mulai cemas dan menelpon aya. Namun tak jawaban
“sepertinya hpnya mati. Kalo hiro gimana.”
“sama.. hpnya mati..”
Mereka khawatir.. lalu bertanya dg pelayan disitu. Namun mrk tak tau apa2.. mereka khawatir dan mencari namun nihil. Aya dan hiro tidak diketemukan. Akhirnya mereka memberanikan diri untuk pulang. Tapi, mrk ttp saja takut apalagi haruki.. dia yang membuat aya kesini. Ia sangat menyayangi aya. Ia takut terjadi apa2 dengan aya. Namun, ia harus segera memberitahukan orang rumah.
Merekapun kembali ke rumah msg2 dan mencari mereka lagi besok setelah sekolah. Setidaknya mereka sudah memberitahukan pelayan dan polisi mengenai hal ini. Mungkin hari ini mereka akan masih terus mencarinya.
Sementara aya dan hiro, perahu masih berada di danau itu namun jauh dari manapun.
Tiba2 hiro tersadar. Aya masih belum sadar dan tertidur di hadapan hiro tepat diatas badannya hiro.
“are?! Dimana ini?” Tanya hiro pada dirinya sendiri.
Ia berusaha membangunkan aya. Namun, badannya panas sekali.
(sepertinya aya sakit flu atau keidnginan kali.. ahh merepotkan!!!!)
Ia langsung melepas jaket yang dia kenakan dan memakaikanya pada aya.
Iapun menggunakan saputangannya sebagai alat untuk mengkrompes.
Ia berusaha menurunkan panasnya itu dengan penuh kasih sayang.
Hiro tersenyum, “ternyata kamu bnr2 gk enak badan. Malah diusahakan pergi. Ngembaliin cd aku lgi. Makasih ya.. mav kalo aku merepotkan kamu.” Katany sambil tersenyum.
Hari semakin larut. Hiropun mulai merasa kedinginan. Iapun membuat tubuh aya menyender di bahunya. Dan memakaikan jaketnya itu di tubuhnya. Mereka tertidur di tengah danau dibawah dinginnya malam.
Sementara di rumah masing2 mereka dipertanyakan. Orang tua mereka dan mereka sendiri (haru dan keichi) kembali ke tempat itu dan berusaha mencari mereka sedikit lagi.
“aya..!!!”
“hiro!!!”
Dan pelayanpun mulai mncari mereka menyurusi danau..
Tak lama kemudian seseorang yang menyusuri danau berteriak..
“aku menemukan mereka..”
Lalu tak lama kemudian perahu yang dinaiki aya dan hiro sampai di pinggir danau.. mama langsung ingin memelukku namun, hal itu dicegah oleh haruki.
“ma, biarin mereka tertidur spt itu..!!”
Mama mengangguk.
“ngomong2 knp mrk bisa mpe sejauh itu ya?” Tanya pelayan itu.
“yaa, untung gk sampai jauh2 bgd.. tapi itu sudah cukup jauh. Kok bisa ya?”
Tak da yang tau apa yang terjadi disana krn hanya aya dan hirolah yg tau..dan tak lama kemudian, hiro tersadar
“are?!”
“waaa baguslah kamu udah sadar!!” kata keichiro
“hey, hiro.. aya kenapa?” Tanya haruki.
“aya.. tadi kita sempat berbenturan.. hal itu membuat perahu jalan dg sendirinya. Begitu aku bangun aya msh pingsan. Sptnya aya sakit. Tapi tadi aku sudah mengompresnya. Mudah2an ja dia gpp.”
“ohh…..” kata haruki sambil tersenyum.
“gentle juga ya kmu..” kata keichiro,
“makaseru yo..” kata hiro kmbali ke sifat semulanya. “mndg kita kembali saja ke rumah.. mama di rumah kan??”
Hiropun kembali ke rumahnya. Dan aku digendong oleh haru-nii ke rumahku sendiri masih memakai jaket yang dipakai hiro.
Di rumah hiro,,
Hiro terlihat lelah Karena kejadian yang terjadi hari ini. Begitu juga dengan keichiro.
“aku harap aya-chan bisa kembali segar besok.” Kata keichiro.
“sejak kapan kau memanggilnya aya-chan?” Tanya hiro tiba2.
Keichiro tertawa.
“kau suka padanya?” Tanya hiro tiba2 lagi.
Keichiro semakin tertawa..
“henna… “ kali ini hiro pergi meninggalkan keichiro dan menuju kamarnya. Dan keichiro masih tertawa mendengar hal itu.
Di kamar hiro,,
Hiro meski terlihat cape dan lelah ia masih belum juga tidur. Ia melihat cd yang sedang dia pegang. Cd itu adalah cd yang dikembalikan aya hari itu juga yang menyebabkan gadis itu sampai pingsan seperti ini. Ia membuka cd itu. Lalu secarik kertas terjatuh dan berikutnya disertai sebuah foto. Hiro mengambilnya. Ia membuka kertas itu.
“buat orang yang memiliki cd ini hehe.. mav ya kalo barang kita tertukar.. mav.. gara2 aku terlalu bodoh memperhatikan orang lain ketimbang memperhatikan jalanku membuat kita jadi bertabrakan tadi. Hehe.. hmm aku gk tau kapan aku bisa temuin kamu krn aku baru pindah dan aku baru kenal yuuki dan aku belum tau siapa kamu jadi gk bisa bilang dan Tanya ke siapa2. Oh ya.. konser laruku yang ini keren lho!! Hmm sebelumnya mav aku menonton cd ini diam2. Habisnya begitu melihat cover depan HYDE aku langsung gk sabar pgn nonton ini.. duh, aku janji kalo aku temuin kamu aku akan balikin cd ini secepatnya..
Mizurachi Ayako (aya)”
Dsitu tertulis tanggal dimana hiro dan aya bertabrakan. Lalu hiro mengambil foto yang tadi ada di dlm cd itu. Ternyata itu fotony aya dan haruki. Aya disitu terlihat sangat ceria dan manis beda dengan aya yang ia lihat tadi.. amburadul, gak karuan, cuek, blak2an, dan ucapan dia gak semanis dengan apa yang dia tulis disitu. Namun sebersit senyuman mengambang di muka hiro. Ia tersenyum.
Lalu ia menuju tempat tidurnya dan tertidur.
Keesokan harinya,,
Akupun terbangun dari tidurku ketika sinar matahari menyinari kamarku. Aku melihat sekeliling. (ku berada di kamar.. seingatku kemarin aku berada di tengah danau bersama hiro, bertengkar dengannya dan..) omonganku terhenti ketika aku melihat ada seseroang di samping tempat tidurku tidur dengan keadaan tangan memegangiku.
“haru-nii” bisikku..
Akupun beranjak dari tempat tidurku. Karena aku bergerak haru-nii terbangun.
“aya-chan? Daijyoubu?” tanyanya.
Aku mengangguk dan tersenyum.
“nii-chan.. aku semalem kenapa? Seingatku aku berada di tengah danau bersama hiro. Kok tiba2 ada di rumah.”
Haru-nii tersenyum. “kemarn kamu dan hiro sempet hilang. Tapi akhirnya bisa ditemukan namun kamu dalam keadaan pingsan dan baru sekarang banagun. Aku khawatir banget sama kamu.” Katany bangun sambil mencium kenigku. “lain kali kamu jangan sampai bikin aku khawatir lagi.”
Aku tersenyum dan mengangguk. Sementara haru-nii mulai mengacak-acak rambutku. Kami tertawa. Lalu aku baru sadar kalau aku memakai jaket yang tidak kukenal.
“itu punya hiro. Pas kamu ditemukan kamu sudah memakai jaket itu.” Kata haru-nii sambil tersenyum.
Lalu beberapa menit kemudian, mama datang.
“aya, kamu sudah bangun? Gimana keadaannya?”
“baik ma.”
“bagus lah.. sekarang kamu gak usah masuk sekolah aja dulu. Istirahat saja di rumah.” Kata mama.
“gk ma.. aya udah gpp.. aku masuk sekolah saja..” kataku memaksa.
Haru-nii mengacak-acak rambutku lagi. “biar aku yang jagain, ma!” kata haru-nii kmudian.
Akhirnya mama memutuskan aku ke sekolah. Aku diantar oleh haru-nii sampai ke depan kelas. Begitu sampai seperti biasa haru-nii langsung disambut hangat dengan teman sekolahku. Well haru-nii termasuk sudah mulai cukup terkenal di sekolah(padahal baru hari ke2 lho). Sementara aku, berhubung sikapku tak perdulian tak ada yang menyambutku datang.
Haru-nii mengantarku sampai ke tempat dudukku. Dan ia terlihat celingak celinguk. (sepertinya ia mencari seseorang)
“nii-chan, nyari siapa?” tanyaku.
“hiro” katanya datar.
“kenapa? Tanya keadaannya? Mnknya dia ikutan pingsan?” tnyaku.
“gak.. aku mau nyuruh dia untuk ngejagain kamu..” katanya masih celingak celinguk.
“aku gpp, niichan…” kata ku. “lagian ada yuuki dan micchi.” Kataku lagi sambil menunjuk mereka.
Niichan tersenyum.
“sebenarnya kmrn kamu sama hiro knp sih?”
Belum sempat aya menjawab bel masuk sudah berbunyi.
“ywda km ceritanya ntr2 aj deh.” Katany sambil tersenyum. “micchi, yuki jaga aya..” kali ini ia berbicara dg micchi dan yuuki. Mereka mengangguk.
Haru-niipun segera keluar. Di luar ia berpapasan dengan hiro.
“senpai.” Sapa hiro.
“hai. Gimana keadaan kamu?”
“baik.” Katanya.. “hmm….”
“hiro-kun thanks kmrn kamu udah jagain aya..” katanya sambil tersenyum dan segera beranjak meninggalkan kelas dan hiro masuk ke kelas.
Begitu ia masuk ke kelas ia sedikit melihat ke arah aya yang sedang berbicara dengan micchi dan yuuki.
Lalu taka-sensei pun datang. Mereka memulai pembelajaran.
Setelah dua jam belajar, waktu istirahat tiba.
Micchi dan yuuki mengajakku untuk makan di kantin. Namun aku menolaknya.
“ntar kalo aku sempet aku nyusul deh. Aku harus menemui hiro dulu.”
“ohh ywda deh.. tp bukannya masalah kalian udah selesai ya?”
“ya sih.. aku Cuma mau mengembalikan ini.” Kata aya sambil menunjukkan jaket yang sedang dia pegang.
Micchi dan yuuki terdiam.
“ntar aku certain. Aku kesana dulu ya. Bye.”
Lalu aku memberanikan menuju ke tempat hiro. Aku tak perduli apa kata dia begitu melihatku lagi. Aku juga tak perduli Chihiro berwajah seram begitu aku melewati mejanya.
“hiro-kun..” kataku memulai.
“ya.” Katany datar.
“mav kemarin aku merepotkanmu.” Kataku sambil membungkuk. “maaf..!!”
Semua orang terdiam. Begitu juga dengan hiro.
“hey2.. chotto…. Gak usah bungkuk2 segala..”
Akupun berdiri.
“lagi2 aku ngerepotin kamu ya.. hehe.. ini..” kataku sambil menyerahkan jaketnya. “kata haru-nii ini punymu. Aku gak tau kenapa bisa ada di aku. Yang pasti terima kasih ya..”
Hiro terdiam namun di dlm hatinya ia juga mengucapkan terima kasih dan tersenyum namun Kami malah terdiam lama.
“hiro-kun…” kataku memulai lagi. “sesuai dengan apa yang kita sepakati kemarin, aku tidak akan ikut campur lagi sama urusanmu.”
Kami masih terdiam.
“well, aku pergi dulu ya.. makasih atas semuanya dan mav udah ngerepotin kamu.bye..”
Kataku lalu pergi meninggalkan dia.
Hiro, ia terdiam namun hatinya merasakan sesuatu namun ia tidak tahu itu apa, mulut dan semuanya ingin melakukan sesuatu namun tak tahu itu apa. Akhirnya ia hanya terdiam dan kembali terduduk.
Dan aku.. aku segera menuju kantin dimana micchi dan yuuki menungguku disna. Ntah kenapa perasaanku tak enak setelah mengucapkan selamat tinggal kepada hiro. Padahal ini merupakan keputusan terbaik. Dan, aku baru 2 hari bersekolah disini aku pasti akan menemukan seseorang yang lebih daripada hiro yang baru kukenal itu.
to be continuedSetelah lama berbicara, akhirnya tiba saatnya kita untuk pulang. Well, aku udah gak mau berurusan sama hiro2 itu.. besok aku akan langsung balikin ntu CD.. dan urusan gw sama dia akan berakhir sudah! Tapi kenapa ya aku sampe sebegitu marahnya sama dia.. dia kan Cuma.. ah bodo amat.. mungkin hari ini hari aku untuk marah2 kali ya.. haha..
“ng, yuuki aku pulangnya sama haru-nii aja deh!” kataku.
“ohh ywda.. oh ya.. soal model tadi.. aku yakin kamu sama haru-senpai pasti bisa ikutan ko…!!” kata yuuki sambil tersenyum.
“ng, kalo haru-nii sih bisa lah..!! kalo aku.. kyanya gk deh.. aku aja penampilannya blak2an kaya gini.. haha..” kataku.
“ya iya lah!!! Kamu gak akan mungkin bisa ikutan model itu, aya!!” kata Chihiro sambil berlalu meninggalkan kelas.
“makaseru yo.. chihiro!” kataku sambil ngeledek dia.
Lalu…
“aya..” panggil seseorang yang ternyata adalah haru-nii.
Akupun menoleh.. sementara murid2 di kelas langsung terpesona melihat kekakkoii-an haru-nii.
“aya-chan, hari ini kita pulangnya rada telat ya!” kata haru-nii.
“ng, mnknya kenapa? Kamu mau mampir? Atau mau ketemu sama cewe lain dulu?” tanyaku langsung.
“yee.. dasar curigaan.. kan tadi aku udah janji pulangnya sama kamu..” katanya.. spontan sekelas langsung bilang, “ciee…. Sweet sweet…”
“aya-san.. baru masuk udah dapat cowok baru nih!! Ng, tapi kok aku sepertinya baru ngeliat ya?” Tanya seseorang.
Aku tersenyum aneh. Haru-nii kaget. Micchi dan yuuki tertawa sambil sembunyi2.
Akupun langsung menyeret haru-nii keluar. Dan di kelas, “aya-san kamu gak mau kita tau ya??”
Haru-nii maish kebingungan..
“hey2, kok mereka ngomongnya kaya gitu sih!! Jgn bilang mrk mikir kalo…”
“udah2 gak usah dibahas!!!! Aku blom bilang ke mrk klo aku punya kakak disini. Lagian mnk muka kita gk ad mirip2nya pa ya mpe tak bisa tau kalo kita ini kakak adik.”
Haru-nii menggeleng. “tapi bagiku sorry2 aja ya jadian sama cewek amburadul kaya kamu.. tadi pagi doank rapih.. sekarang2 dah amburadul lagi..” hahaha haru-nii tertawa.
aku langsung menjitaknya.. “yee.. siapa juga yang mau jadian sama cowok yang rese dan nyebelin kaya kamu.. amit2 deh…” kataku sambil menunjukkan ekspresi menjijikkan.
“hhahahaha.. tapi kamu sayang kan sama aku..??” Tanya haru-nii tiba2.
“dasar!! Ya iyalah!!!rasa sayangku ke kakak melebihi rasa sayangku ke orang yang aku sukai!!! Meski jelek, rese dan nyebelin… haru-nii itu kakakku yang paling aku sayang dan orang yang aku sayang selain papa dan mama..” kataku.. “iya lah.. krn kakakku cma haru-nii dan ak blom nemuin org yg aku syg”
“ehh.. rese ya kamu..!”
(hoo jd dgr to)
“btw, kenapa kita pulang telat?”
“aku mau ketemu dulu sama keichiro di kantin. Tapi ya terserah kamu juga mau ikutan atau gak..”
“ahh.. kenapa gak bilang dari tadi!! Yuuki kyanya dah balik.. ywda aku ikutan aja..”
“tapi kita mau mampir2 dulu.. gpp?”
“hahahaha gpp.. selama aku dikelilingi cowok perkasa spt haru-nii..”
“dasar” kata haru-nii mengacak-acak rambutku..
“haru-chan!!!!!!! Berantakan!!!!!” kataku ngambek.
“ywda ke toilet sana.. aku gak mau kmu keliatan ancur kaya gitu di depan keichiro.”
Akhirnya aku menuju toilet dan membereskan rambutku yang berantakan lagi..
Beberapa menit kemudian, aku keluar.
“hey” kataku memanggil haru-nii..
Haru-nii terdiam.. “kirei na…. kawaii…” kata haru-nii tanpa sadar.
“ha?!” hal itu diketahui aya.
Haru-nii tersenyum. “coba kamu kaya gini tiap hari.. kan jadi jauh lebih enak diliat.. (dan akan membuatku jauh lbh syg sama kamu, aya)”
“ya ya makaseru yo.. dah.. ayo ke keichi-senpai..”
Kitapun menuju ke kantin.. sementara di kantin, keichiro dan seseorang sedang menunggu.. orang itu adalah…… HIRO..
“keichi kenapa sih aku mesti ikut2an..!” kata hiro ogah2an.
“daripada kamu diam.. mending ikut kita!”
“kita, Cuma tmn niisan aja kan??”
“mnknya kenapa? Kyanya dia ngajak adknya deh..” kata keichiro krn dia melihat haruki sudah di jalan..
“haruki……” panggil keichiro..
Sementara haru-nii mlh celingak-celinguk.
“an-chan, yg itu tuh! Kok ada satu cowok lagi?? Siapa tuh?”
Haru-nii malah mengejar menghampiri keichiro..
“hey….” Kata harunii begitu sampai di sana.
“tuh kan.. selalu deh kya gini.. selalu aku di no2kan klo dah kya gini.. mendokse..” kataku ikut menuju mereka.
“keichiro, aku bawa aya nih.. gpp kan?” Tanya harukii.
“gpp, aku juga bawa hiro.. biar mereka lebih dekat! Kaya kita haha”
Akupun sampai ketempt mereka berdua.. aku tersenyum. Keichiro-senpai juga tersenyuum.
“aya-san, mav ya kamu jadi ikut2an ikut acara kita.” Kata keichiro.
“gpp ko senpai..!!”kataku sambil tersenyum.
“oh ya kenalin ini hiro, adikku” kata keichiro. “hiro-chan! Kenalin ini adiknya haruki, aya-san!”
Begitu hiro menoleh, (sebelumnya aku udh was2 sih) aku dan hiro menoleh..
“IYADA…….!!” Kata kita ber2 bersamaan..
“ihh.. niichan.. knp gk bilang klo ad cewe sial ini!!! Klo tw ada dia.. ak gk bklan mau ikut!!” kata hiro..
“yeee… siapa juga yang mau jalan sama lw..!!! haru-nii kenapa gk bilang sih klo keichi-senpai ngajak adknya yang nyebelin ini..!!!” kataku dongkol
“hey2.. siapa ya yg lebih nyebelin… aku apa kamu?? Siapa yang duluan ambil CD aku diam2??” Tanya hiro ketus..
“hey.. aku gak ambil CD kamu?? Kita tertukar barang!!!! Mesti brp kali sih aku bilang..!!!” aku dongkoll..
“makaseru yo..”
“hiro-kun!!!! OK!!! Besok!!! Atau gak hari ini!!! Aku bakalan balikin CD kamu itu… PUAS!!!!!” kataku sebal dan meninggalkan mereka. Haru-nii memanggilku namun aku menghiraukan panggilannya dan segera menuju rumah..
Sementara suasana kantin..
“haruki, mav ya hiro membuat aya pergi kaya gitu..!!” kata keichiro minta mav.
“ng, gpp ko..!! tapi kyanya aku harus ..” omongan haru-nii berhenti krn dpt sms dariku.
‘haru-nii gak usah ngejar aku.. lanjutin aja jalan sama mereka.. aku bisa pulang sendiri.. gak usah khawatir.. aku gk akan nyasar!!! Udah.. pergi ja ma mrk.. and sampaiin mavku ke keichiro krn aku pergi tiba2.. bilang ja aku tadi tiba2 skt perut pas marah2 td.. hehe.. ntr aku jelasin knp aku kya gini.. aya-chan!’
“ng, ini sms dari aya! Katanya dia minta mav gak bisa ikut.. tadi pas marah2 tiba2 dia jadi sakit perut! And, yaa kita jalan ber3 aja.. aya mudah2an aja gpp..” kata haruki sambil tersenyum namun segera terlihat raut muka khawatir.
“mg, haruki mav ya..”
“gpp ko.. ywda kita jalan aja..”
Akhirnya mereka jalan ber3 semntara aku, sudah hampir sampai ke rumah (tadi pulangnya lari2 gk jelas hahaha) setelah sampai kerumahpun aku tidak mengganti bajuku langsung mengambil CD dan segera menuju tempat harutachiwa..
Di tmpt haru-nii lagu pretty girlnya laruku berkumandang..
“haloo..”
“haru-nii dimana?”
“di an-café.. kita lagi mau makan.. kenapa?”
“oh, ywda aku kesana.”
“hey2. Chotto.. apa..” klik.. telpon terputus “apa kamu tau jalan kesini?”
“Siapa?” Tanya keichiro.
“aya.” Jawab haruki cemas.
“ohh.. dia mau kesini?”
“iyaa.. tapi.. aku khawatir dia gak tau jalan kesini..”
“senpai.. dia kan punya mata.. setidaknya tau lah tulisan an-café itu.. udah gak usah khawatir..” kata hiro blak-blakan.
Tak ada yang mengomentari namun jauh dilubuk hati keichiro, “ng, sbnrnya ada apa sih antara hiro sama aya?”
Setelah lama menunggu, akhirnya aya datang.. aku ngos2an..
“ini..!!” kataku sambil menunduk cape sambil memberi CD laruku yang sudah kubungkus rapih. “sorry, kalo kelamaan di rumah gw.. and sorry juga gw udah nonton.. and mav, kalo aku bikin kamu sial hari itu.. h h h h h” kataku cape.
Hiro berdiri cengo, kaget dan mengambil CD itu.
“hey, kenapa gak balikinnya besok aja..!! mnk gk cape apa bolak-balik. Kalo nanti..”
“h h h h h, h niichan.. aku dah GD.. dah tw klo ak cape hrs kya gimana..”
“tapi..”
“daijoubu yo..” ktaku kembali berdiri dengan muka senyum.
“ohh..”
Sementara hiro, di matanya ia terlihat sedikit khawatir dengan aya.. namun kata yang dia keluarkan
“bagus2.. akhirnya kembali juga CD gw..”
“hiro! Sopan sdkt knp sih?”
“biarin ja.. kan dia ini yang minta ngebalikinnya skrg.. aku kan Cuma terima aja..” kata nya sambil keluar café.
“mavin hiro ya?”
“gpp senpai.. aku juga yg salah (bagus masalahku denganny sudah selesai)”
“kamu udah makan lom. Kita mau lanjut lagi soalnya” kata keichiro.
“aku gpp ko senpai.. daijoubu.. yawda lanjut ja..!”
to be continuedRyu mulai mengenalkanku pada perpustakaan. Selama perjalanan yaa lumayanlah kita tidak terlihat canggung.. setelah perpus, ryu menunjukkan laboratorium, dan akhirnya sampailah kita di taman.
Sewaktu di taman (bahkan dari tadi) bnyk sekali yang melihat ke arah kita.. aku tak tau kenapa mereka melihatku spt itu.. maybe krn aku jalan sama ryu kali ya.. pikirku sambil melihat ke mukanya ryu..
Ryu sadar.
“nani?”
“ehh.. eto.. ng betsu ni..” kataku sambil memalingkan muka.. (baka..!!! ketwan lagi!!! Memalukan!!)
Haha,.. ryu tertawa dan tersenyum..
“kamu bener2 lucu aya-san..!!” kata ryu tersenyum..
(wow.. senyumnya KAKKOIII!!!!) Aku meleleh.. mukaku memerah..
“hehe.. bisa aja kamu..”kataku tertawa mencairkan suasana.
Lalu, berhubung aku baru saja berada di taman di sekolah ini yang cukup luas dan bagus aku melihat-lihat sekitar dan…
“duuk…”
Aku menabrak seseorang (lagi!!)
“gomen..” kataku dan dia bersamaan.
“eh.. harusnya aku yang minta maaf..” kataku
“aku juga salah.. jalan gak liat2.. mav ya..” katanya sambil melepas kaca mata.. “kaca mata hitam ini menutupi jalanku hehe..”
Begitu kacamatanya dilepas aku langsung terpesona melihat keKAKKOIIan cowok itu,.. dia betul2 kakkoii.. eh.. chotto.. sepertinya aku pernah bertemu dengannya.. dimana ya… lamunanku membuyar karena ryu berbicara..
“keichiro-senpai ini aya. Dia murid baru disni. Jadi ya ma’lum lah klo tadi dia celingak celinguk gitu..”kata ryu.. “aya ini senpai kita. Dia kelas 3a. Namanya keichiro-senpai. Maybe seangkatan sama kakakmu.”
Aku dan kei-senpai pun berjabat tangan dan berkenalan.
“ohh murid baru ya?? Ng kakak kamu juga sekolah disini.. kelas berapa?? Siapa namanya?”
“kakakku itu… “ belum sempat aku berbicara omonganku terputus lagi..
“hoi.. keiichi mav aku telat!!” kata ornag itu..
Begitu aku membalik arah…
“heeee……….. anchan????” kataku..
“aya-chan!! Kamu?? Ngapain disini..” katanya sambil melihat kearahku..
“hehe.. jalan2.. kamu juga ngapain disni??”
“itu temuin keiichi… ahh kamu.. jalan2 apa ngedate sama cowok ini!!” katanya sambil melihat ke arah ryu..
“yee.. namanya ryu… bukan cowok ini..” kataku sambil bermuka dongkol. “ryu ini kakaku yang rese.. namanya haru-nii.. haru nii ini temenku yng baik ryu..” kataku sambil menekankan kata yang baik.
Merekapun berjabat tangan dan bersalaman. Ryu tersenyum.
“jadi kakak kamu itu haruki ya?”
Aku mengangguk.
“jgn peduliin dia, keiichi.. adkku itu rese!!” kata haru-nii.. aku hanya terdiam aku tak mau menimbulkan sesuatu disini. “kei.. kita jadi gak ke perpus.. ngerjain tugas tadi..”
Keichiro mengangguk.
“ryu, aya mav ya kita perpus dulu.. jyaa”
Mereka pun pergi..
“ahh. Kasian sekali kei-senpai harus kenal sama haru-nii..” kataku “ahh.. aku ingat!!!!”
Aku tiba2 teriak di tengah2 taman itu.
“kamu kenapa?” Tanya ryu..
“ahh ya.. ng, ryu.. mav ya.. kita ketemu lagi nanti.. ada yang harus aku selesaiin dulu… jyaa” kataku sambil berlari menuju kelas (mudah2an aj gk nysar)
Aku baru ingat begitu aku melihat muka kakkoiinya keichiro-senpai.. ternyata dia adalah cowok di hari itu.. dimana aku juga terpesona melihat kekakkoiiannya.. dan.. orang yang aku tabrak itu dan yang plastiknya tertukar dgku itu adalh.. HIROKI..!!!
Aku segera menuju kelas namun langkahku terhenti.. chihiro mencegatku..
“hei2.. tunggu ya… mau kemana kamu??” kata cewek itu yang katany bernama chihiro.
“mau ke kelas lah.. aku harus segera bertemu hiroki..”
“hei2.. ngaca donk!!! Baru masuk udah sok kenal sok deket sama hiro.. sama ryu juga.. sana keichiro-senpai juga..!!! bahkan sama murid baru itu juga.. haruki-senpai!! Ngaca donk!!! Lw gk pnts kenal sama mereka!!”
“ahh.. terserah deh.. klo sama haru-nii otomatis kenal lah.. dia kakak aku!!”
“apa?? Kakak kamu.. jgn harap ya..”
“ahh terserah deh.. aku harus segera ke kelas.. mav ya” namun langkahku kembali dicegat sama chihiro.
Dan bel masuk berbunyi..!!
“tuh kan udah masuk.. mendin kita segera ke kelas.. nanti dimarahin sama taka-sensei..”
chihiro ttp saja menghalangiku..
Aku dongkol sama dia. (gila ya nih cewe.. maunya apa sih!!!) aku udah mulai dongkol….
Lalu..
“aya, kmu ngapain msh disini?? Kelas kamu kan msh jauh disana.. udah bel masuk tuh..” kata cowok itu yang ternayata adalah haru-nii..
Otomatis chihiro kembali ke sikap sok manis..
“senpai…” katanya..
Haru-nii nyuekin dia..
Haha aku tertawa puas..
“bagus2.. yawda. Aku ke kelas dulu ya.. terima kasih atas jalan yang kamu kasih.. hahahha” kataku sambil tertawa..
Haru-nii kebingungan sementara chihiro terlihatlah muka gk suka dari dia..
Lalu aku berbalik lagi..
“haru-chan!! (aku sengaja memanggilnya seperti itu..! demo ne, ini panggilan menjijikkan untuk dia.. week..)”
“kenapa aya-chan…?? (kenapa dia memanggilku spt itu)”
Aku tertawa.. “haha.. haru-chan masih bersedia pulang sama aku gak??”
“lah.. ktnya mau sama yuuki..”
“ng, setelah aku pikir2 aku lebh suka jalan sama haru-chan yang aku sayang!!!! Jadi.. ntr pulangnya bareng aja sama aya-chan ini..!!”
Haru-nii tersenyum (begitu juga aku).. “dasar kau ini.. plin plan.. ywda ntr aku tunggu di dpn kelas kamu aja..”
Aku menanguuk puas (krn berhasil melakukan ini di dpn chihiro itu) dan segera menuju kelas dan klo sempet menemui hiro sebelum sensei datang.
Begitu sampai di kelas aku celingak-celinguk mencari hiro tapi sepertinya dia belum ke kelas lalu, yuuki dan micchi memanggilku.
“aya-san”
Aku menoleh dan langsung ke tempat mereka berdua.
“hey2, kalian kemana sih tadi… katanya mau temenin aku keliling sekolah!! Kalian malah ngilang!!” kataku to the point.
“mav2.. tadi kamu keliatan asik sih sama ryu.. kita gk enak kan kalo ganggu, iya gak micchi?”
“yup.. betul banget!! Kalian tuh tadi asik banget… apalagi ryu..”
“ah, makaseru yo… btw aku ingat ketemu dimana sama si hiro2 itu..”
“oh ya dimana..”
“yuuki kamu ingat gak pas waktu itu aku di jalan udah kaya paan tau..”
“ohh.. pas km ketukar barangnya itu ya..”
“ho oh… itu.. ternyata barangku tertukar sama dia.. si hiro2 itu!!”
“hee.. dr mana kamu tau??”
“ng, tadi aku sempet tabrakan sama orang yang membuatku tabrakan sama hiro.. setelah itu aku baru ingat kalo itu hiro orang yang aku tabrak itu..”
“siapa, aya-san?? Yang bikin kamu tabrakan sama hiro..”
“keichiro-senpai.. temannya haru-nii.. ternyata aku terpesona sama dia sampe 2 kali.. hehehehehe…”
“ha?! Kamu udah kenal sama keichi-senpai??” Tanya michi kaget.
“iyaa.. ternyata dia temannya haru-nii.. tapi kalian jgn mikir ya aku terpesona sama dia bikin aku suka sama dia.. aku gak suka sama dia.. Cuma terpesona.”
“oh.. berarti kamu juga bisa donk terpesona dengan hiro?” Tanya yuuki.
“ha?! Ap hubungannya.. ngomong2 soal hiro.. eh, dia dah dtg tuh.. aku kesana dulu ya”
Aku langsung menuju tempat hiro namun, dicegat lagi dengan chihiro.
“urusan kita belum selesai, aya!!”
Aku diemin aja.. belum sempat aku ke tempat hiro, taka-sensei sudah datang!
Akhirnya aku mengurungkan niatku untuk bertanya dengannya.
“anak-anak hari ini kalian kelas bebas. Karena yoko-sensei tidak bisa hadir dan tidak ada guru pengganti. Kalian jangan senang2 karena sebentar lagi ujian akan tiba,”
Murid2 mengangguk namun tetap saja.. kita semua HAPPY..!!
Ah,. Ini kesempatanku untuk bertemu dan berbicara dengan hiro
Akupun berjalan menuju hiro
“ano, hiro.. aku udah ingat kapan kita ketemu.” Kataku to the point.
hiro malah diam dan melihatku dengan tatapan aneh.
“ng, kamu ingat gak!! Waktu itu ada ce yang pernah nabrak kamu.. and sepertinya barang belanjannya tertukar.” Kataku langsung
“ohh.. gila ya!! Gara2 tuh cewek.. gw kehilangan koleksi LARUKU gw!! Emang dasar cewek rese.. sial bgd gw ketemu sama dia..” katanya langsung nyerocos
(duhh… dalem bgd.. gk sdr apa klo itu gw)
“eh, kamu kok bisa tau sih!! Kamu lg ada disana wkt itu?”
“ng.. yang nabrak kamu itu….. aku!” kataku takut
“APA?!” kata hiro kaget.. “mana CD gw?? Balikin!! Dasar cewe sialan!!”
“hey2… aku justru mau balikin cd kamu.. tapi berhubung aku baru ingat sekarang ya aku mau balikinnya sekarang.”
“ywda sini balikin!”
“aku lom bawa hiro.. besok deh..”
“terus ngapain kamu ngobrol sama aku.. kenapa gak kamu langsung balikin aja tuh CD.. bilang ja klo kamu mau ambil cd itu kan?”
“hey.. kalo aku mau ambil truh cd.. ngapain juga gw cape2 ngobrol sama lw.. and bilang ke lw. Mending gw ambil diam2.. ah.. cape ngomong sma lw.. gw ngomong baik2 lw malah kaya gini..”
“makaseru yo.. km yg mulai duluan ko!”
“OK! Besok. kalo perlu.. hari ini gw balikin tuh cd..” kataku sambil pergi ninggalin dia.
(gila ya… gw ngomong baik2 dia malah ngajak ribut!!!!! Jelek!!! Malas bgd berurusan sama dia..!!!)
Aku langsung kmbali ke tempat dudukku.. tadi banyak yang melihat kejadian ini dan.. chihiro.. sepertinya dia senang karena aku ribut dengan hiro.. BODO AMAT!!
“aya-san, kenapa kamu marah2?” Tanya yuuki.
“tuh si baka hiro…!!!! Gw Tanya diam2 dia malah ngomel2 kaya gitu.. gimana gak kesel..!!” kataku.
“hei2.. jangan kelewat benci.. ntar jadi cinta lho!” kata michi ngeledek.
“what?! Aku cinta sama HIRO!!! GK DEH..!!! mending naksir kakakku aja sekalian…” kataku dongkol.
Sementara yuuki dan micchi malah tertawa..
“kalian malah ketawa sih..!! mnk ada yang lucu ya?” tanyaku.
“ng, kamu itu.. lucu aja!! Marah sama hiro udah kaya marah dan kesel sama kakak kamu.. hati2 lho kalo kelewat sebel ntar jadi ..”
“hey2.. aku gk akan mungkin suka sama hiro..!! dah deh.. ganti topic aja..” kataku.
“iya2…. Btw tapi bisa juga terjadi sih.. secara lw terpesona gitu sama kakaknya hiro.” Kata micchi.
“kakaknya?? Siapa lagi?? Pasti sama2 rese dan nyebelin kaya dia..”
“kamu kan udah ketemu sama dia.” Kata yuuki.
“iyaa.. kakaknya itu keichi-senpai..!!”
“apa?! keichi-senpai..” kataku kaget.. “ohh…. Beda banget ya!! Kakak sama adik.. mending kakakknya kemana-mana deh..” kataku.
Micchi dan yuuki tertawa…
“aya-san.. kamu beruntung ya bisa deket sama cowo2 kakkoi kaya mereka.. aku kalo ketemu sama salah satu dari mereka aja bisa gugup..”
“iyaa… udah kakak kamu cakep kaya model pula.. berteman dengan keichi-senpai.. otomatis bisa ketemu tiap hari. Temen baru kamu ryu-kun sepupunya model.. dan sekarang haha bermasalah sama hiro yang cakep juga.. kamu hebat ya..”
Aku masih terdiam karena mereka mashi nyerocos.
“iya2.. kamu tau gak kemarin itu mereka semua menjadi model tetap di skul ini.. dan mereka selalu bertahan sampe tahun kemarin.. banyak production2 yang pgn ngambil mrk sebagai artis tapi merekanya gak mau..”
“iya meski mrk gak bisa jadi model bnran mrk jadi model skul kita dan majalah kita yang terjual di seluruh sekolah di nagano.”
“iyaa…. Kamu hebat bisa ketemu mereka.. bnyk lho ce2 yang susah untuk deket sama mereka.. tapi justru mereka yang ngedeketin kamu duluan.. kamu hebat aya..”
“iyaa..” kata micchi..” hey2 kamu ko diam aja sih..”
“hehe.. udah selesai ya pidatonya..” kataku sambil tertawa. “becanda2.. ng, biasa aja kali.. keichi-senpai kan Cuma tmnan sama kakakku. Aku ma ryu Cuma tmn biasa doank. Atau maybe dia gk bkl temuin aku lagi. Aku sama hiro2 itu gk ada harapan.. lagian malas juga ngobrol sama dia.. bikin emosi meledak..!!!”
Micchi dan yuuki malah tertawa.. “yaa kita liat aja nanti..”
“dasar kau..mnknya aku apaan..” kataku sambil menyenggol mereka2. “hei, maksudnya model sekolah apaan?”
“oh.. yaa sama lah kaya model pada umumnya.. Cuma klo model sekolah khusus di sekolah saja. Kamu tau, si hiro, ryu, sama keichi-senpai itu model sekolah yang tetap bertahan dari junior high.” Kata micchi menerangkan.
“iyaa.. saking dah bertahan banget banyak banget ce2 dari luar sekolah yang juga menganggap dia model. Bahkan kalo ketemu di jalan aja sampe minta ttd. Mereka sempet kesel tapi mau gimana lagi.. mereka masih dinobatkan menjadi model sekolah.”
“ohh.. mnknya gk ada model yang ce apa?”
“ada sih.. itu tuh si chihiro tea.. tapi dia gak sepopuler model yng cowo. Akhirnya si chihiro dipecat dari model sekolah. Hehe..”
“hoo… haha mnk dia gk pantes kok jadi model..” kataku sambil melirik ke muka Chihiro dan menjulurkan lidah.. ‘weeeee’
“eh, tapi aya-san.. aku yakin.. kamu pasti bisa jadi model sekolah ko..!!” kata micchi meyakinkan..
“apa?!” kataku kaget.. “si Chihiro aja gak bisa apalagi aku yang cuek dan amburadul kaya gini.” Kataku.
“aya-aan.. kalo kamu lebih perduli sama penampilan pasti bisa deh..!! aku jamin.” Kata micchi disertai anggukan yuuki. Aku hanya mengangkat bahu..
to be continuedDi kantin,
“kamu mau makan apa aya-san?” Tanya yuuki.
“ng, ap ya??” kataku sambil melihat-lihat makanan yang tersebra luas di kantin.
“aha..!! aku yang ini aja” kataku sambil menunjuk makanan yang penuh dengan udang dengan hiasan yang indah.
Karena ku yang duluan mencari makanan, maka aku duluan yang mencari tempat duduk yang kosong itu.
Setelah mendapat tempat duduk, aku langsung duduk dan menunggu yuuki dan michi datang. Tiba2 datang cowok tinggi, keren datang menghampiri mejaku.
“hey, tempatnya masih kosong gak?” tanyanya.
“ng, tmnku ada 2 orang lagi sih! Tp sptnya sih muat! Duduk aja disini!” kataku sambil tersenyum.
“makasih” katanya. “hmm, sepertinya aku baru ketemu sama kamu deh! Murid baru ya?”
“oh iya, aku baru pindah. Namaku mizurachi ayako. Panggil aja aya.” Kataku sambil tersenyum.
“oh, aku matsuzaraki ryuji. Panggil aja ryu. Lam kenal.” Katanya sambil tersenyum.
(wow.. senyumnya itu lho!!! Kawaii pisan gila ya.. nih cowok artis pa manusia biasa sih…)
“oh, ya ya.. lam kenal juga” kataku sambil tergagap-gagap lagi.
Dia kembali tersenyum. “kamu masuk kelas apa?”
“oh, aku kelas 1b. kamu?”
“aku kelas 1a. kelas kita sebelahan donk.. hehe.. dulu kamu sekolah dimana?”
Sebelum aku mau menjawab, tiba2 ada yang memegang pundakku.
“wow.. aya-chan!! Tumben baru masuk udah dapet temn cowo.. hehe.. atau jangan2 tadi kamu berpenampilan rapi supaya dilirik sama cowo ya?” kata suara itu.
Akupun menoleh.. ternyata….
“ihhh… an-chan!!! Ap2an sih.. megang2.. lagian ngapain juga kesini.. klo mw makan cari aja tempat yang lain.. rese.. bisanya ngeganggu dan berbuat usil aja..!!!” kataku dongkol.
“hoo.. jadi aku ganggu nih.. hehe.. ternyata aya udah gede ya.. hahaha..”
“yee.. emang aku udah gede.. udah sono..” kataku galak.
Aku tak sadar kalo ryu tertawa.
“eh, mav ya kakakku ini emang rese.. orang paling nyebelin di dunia!” kataku sambil memberikan muka anehku ke dya.
Haru-nii dan ryu tertawa.
“ywsu lah.. ntr pulangnya mw sama aku ap sama yuuki?”
“sama yuuki aja deh..” kataku datar.
Haru-nii mengangguk dan meninggalkan aku dan ryu.
“kamu sama kakakmu sering kaya tadi ya?” tanyanya tiba-tiba.
“iyaaa.. dia emang orangnya jail rese dan menyebalkan!!”
“haha.. setidaknya kamu punya saudara kan. Aku sama sekali gak punya saudara.”
“anak tunggal ya?”
“yaa.. gitu deh!!”. Lalu, “eh, kakamu itu model ya?”
Aku yang lagi minum itu langsung keselak karena kaget!!
“what???? Kenapa kamu berpikiran kaya gitu??” tanyaku kaget.
“yaa.. mukanya itu lho! Kakkoii udah kaya foto model!”
“hee?? Jgn bilang klo km suka sama dia???” tanyaku kaget lagi.
“haha.. bukan lha.. aku sukanya ma cewek bukan sama cowok!! Aku Cuma Tanya aja.. jd artis apa model apa bukan?”
“bukan.. harusnya aku yang Tanya sama kamu. Kamu itu kali ya yang model?”
“hahaha,,, aku jadi model?? Ng pengennya sih!! Tapi.. melihat sepupuku sesibuk itu dan dikelilingi sama kalangan cewe dan bla bla aku gak suka kaya gitu..”
“hoo..” kataku datar sambil meminum.. “hee??? Sepupumu artis??????”
“un. Dia model.. banyak cewek yang suka sama dia. Gak di sekolah gak di rumah gak di lingkungan rumahku pasti bnyk yang tanyain dia. Aku yakin klo kamu kenal dia pasti bisa suka juga sama dia.”
“yee.. kamu juga bsa kali jadi artis.. secara mukamu juga cukup kakkoii..” kataku blak-blakan.”btw yuuki sama michi kemana ya?? Kok belom dtg2 juga!” kataku tak perduli dg muka nya ryu yang nth gy mikirin apa.
“ng, kamu pikir aku kakkoii (pertanyaan bodoh)”
“ng, yaa.. kamu itu kakkoii!! Pasti bnyk juga ce yang naksir sama kamu.. mnknya selama ini gk ada yang ngejar2 kamu apa?? Atw krn bnyk co kakkoii disini ya..” kataku msh celingak celinguk nyariin yuuki dan michi.
“ahh.. itu mereka kok mereka disana ya??” kataku masih gak perduli sama ryu. “ryu, aku kesana dulu ya!”
Aku langsung pergi menuju michi dan yuuki semntara ryuu
Didlm pikiran ryu
“hahaha.. aya-san kamu itu polos banget!! Dengan mudah bilang kakkoi ke aku. Ya mnk bnyk yg suka ma aku and ngejar2 aku. Ak aja dah capek digituin! Mereka tiap hr ngomong kya gitu tp gk spt km. km itu polos dan blak2an.. lucu..!!!” pikir ryu sambil tertawa.
Sementara aya….
“yuuki-san!! Micchi!! Kalian kok makan disini sih.. aku tuh nungguin kalian tau!!” kataku sambil duduk di sebelah nya.
“abisnya.. kamu akrab banget sama ryu.. aku.. aku gak berani makan di deket dia..” kata yuuki.
“haha.. knp?? Kamu suka sama dia..” tanyaku.
“bukan gitu.. yuuki mnk begitu orangnya.. aku juga sih.. scra ryu termasuk co kakkoii selain hiroki dkk..”
“hoo..” kataku cuek sambil ngambil makanan michi lalu setelah tersadar apa yang diucapkan michi barusan aku langsung terbatuk-batuk.. “hee???? Ap km bilang tadi??? hiroki?? Orang yang itu tadi?? Cakep?? Gk ah!!! Aku lebih suka ryu!! Msh cakepan ryu!!!!” kataku terang-terangan tanpa sadar kalo ryu ada disana.
“are?” kata ryu datar..
Aku cengo.. otomatis aku langsung memutar wajahku kearah ryu dan tersenyum ala senyum anehku..
“hehe.. ryu-kun.. dah lama?” tanyaku.
“ng, gk sih! Oh ya makanan kamu masih disana tuh! Gk dimakan!” tanynya.
“oh.. makananku ya.. “ kataku salting udah kaya orang bodoh!! “ng, yuuki micchi kamu mau makan disini apa bareng sama aku?”
“disini aja deh.. mav ya aya.. tempatnya Cuma untuk 2 orang kamu gak bisa nyempil”
Aku terdiam.. (wow malu banget!!)
“ohh.. ywda deh.. aku kesana ya..” kataku segera menuju tempat makanku tadi.
Sementara ryu tertawa dan tersenyum.. (bener2 orang polos) hal itu diketahui oleh yuuki dan michi..
“yuuki, tadi kamu liat kan??”
“iya.. ryu-kun tertawa dan tersenyum gak biasanya.. biasanya kan klo dia berhubungan sama cewek mukanya langsung suntuk gitu..”
“iyaa… apa jgn2 ryu naksir aya-san ya??”
Micchi hanya angkat bahu lalu diikuti dengan yuuki sendiri..
Dan aya..
“baka.. baka… kenapa tadi gw ngomong kaya gitu di depan ryu.. ahh.. malu2in..!!!!” kataku sambil lagi-lagi mukul2in kepala..
“hey..” kata ryu tiba2..
Aku menoleh.. “oh.. hey!!” kataku cengo.
“aku masih disini gpp kan.. makananku msh bersisa dikit..”
“ohh.. gpp ko.. gk ad yang ngelarang.”
Akhirnya aku dan ryu makan bersama.. aku mencoba untuk mencairkan suasana tegangku dengan tidak membahas hal2 mengenai kawaii, kakkoii atw apa lah.. dan akhirnya suasana kita kembali menjadi seperti biasa seolah tak terjadi apa2.
Sementara jauh disana..
chihiro dkk kembali merasa tidak suka dengan apa yang terjadi..
“gila ya tuh cewek!! Dah deketin hiro.. sekarang deketin ryu lagi!! Dasar kegenitan!!” kata Erika memulai pembicaraan kemudian disusul dengan anggukan dari teman-temannya.
Kembali ke aya…
Akhirnya makanku selesai juga..
“ahh.. gochisousama deshita!!” kataku..
“gochisou sama deshita!!” kata ryu..
“hehe.. akhirnya makananmu termakan juga..” kata ryu.
“yeah..” kataku sambil melihat kemeja yuuki dan micchi.. (mereka sudah gak ada..)
“ne, aya-san.. kamu tinggal dimana?” Tanya ryuu tiba..
“oh.. di nagano citynya..”
“ohh…”
“ng, ryu tadi kan michi sama yuuki dan aku rencananya mau keliling skul. Mau liat keadaan sekolah. Tp mrknya ngilang ntah kemana.. ng, klo km gk keberatan mw gak temenin aku liat2 sekolah!” kataku to the point!
“oh.. ok!! Ng.. kita mulai sekarang aja.” Kata ryu.
Lalu aku dan ryupun segera keluar dari kantin dan menuju ke lingkungan sekolah.
to be continuedKetika di ruang kepala sekolah, kira2 berbicara sekitar 10 menit, kitapun mendapat jawaban.
Haru-nii di kelas 3a sementara aku di kelas 1b. ketika kita keluar kelas, tiba2 yuuki-san sudah berada di luar.
“aya-san, kamu masuk kelas apa?” Tanya yuuki.
“aku masuk kelas 1b.”
“wow.. sama donk kaya aku dan michi.”
“michi?!” tanyaku bingung.
“oh ya ini tmn sekelas kita juga, temanku. Namanya michi. Michi ini aya-san.”
Akupun berjabat tangan dg michi yang daritadi diam (sptnya melihat kearah kakakku)
“oh ya, ini kakakku, namanya haruki. Dia kelas 3a.”
Kakakkupun berjabat tangan dengan micchi namun dengan tingkah yang sedikit aneh.
Aku dan yuukipun ketawa.
“ano, aku kekelas duluan ya minna.. jyaaa” kata kakakku langsung berjalan menuju kelasnya.
Aku msh tertawa, dan menyenggol michi
“kau naksir kakakkku ya??” tanyaku to the point!
“hee? Ggk.. gk ko!!” katanya terbata2..
Aku kembali tertawa..
“ahh.. kamu sama yuuki san sama ya.. kalian naksir orang yang sama..” kataku
“aya-san.. aku Cuma suka ngeliat muka haru-nii.. bukan berarti aku suka sama dia.”
“iyaa aku juga..”
“ya ya.. suka sama dia juga gpp ko!! Tp dia itu…”
Omonganku berhenti, karena aku melihat seseorang lewat di depan kita ketika kita berjalan menuju kelas.
(sptnya aku prnh bertemu dgnya.. tp kapan ya?? Dimana?? Aku kn msh baru..)
“hey2.. aya..!! km kenapa?? Kok tiba2 berhenti..”
“eh, kalian kenal gak sama cowo yang tadi barusan lewat”
“yang mana?? Td bnyk yang lewat soalnya.”
“barusan.. yang tadi itu.. pake tas hitam.. terus di tangannya ada apalah itu yang berwarna kuning.. kamu tau itu siapa?”
“oh.. hiroki-kun?? Knp mnknya?? Ahh.. kamu suka ya sama dya??”
“bukan.. tapi..”
“ah.. jgn bohong deh!! Mnk bnyk sh yang suka sama dia. Tapi gw lebih suka kakakknya sama2 cakep ko!”
“hey2.. ku bukannya suka sama dia.. aku Cuma tny doank ko! (jd namanya hiroki) sptnya aku prnh ketemu ma dia deh.. tp lupa kpn and dimana”
“ohh..”
Akupun mempercepat langkahku dan segera menuju kelas. Aku mencari cowok itu untuk bertanya dengannya. Tapi tidak ketemu. Bel masuk sudah keburu berbunyi. Aku blm bisa bertemu dgnnya. Yuuki dan michipun menghampiriku.
“udah lah, ntr juga pas msk bisa ktm..”
“tw nih,,!!”
Mereka berdua terlihat senyum2 gak jelas.
“duh.. kalian jgn mikir yg mcm2 ya.. aku Cuma pgn tw ap ak prnh ketemu dia..” kataku sambil melihat2 murid2 yg msk kelas. Namun berhubung mereka masuknya langsung aku gk tau yg mana org yg aku cari. Akhirnya aku langsung menempati tempat duduk yang kosong disamping michi dan di depan yuuki.
Beberapa menit kemudian taka sensei datang. Ia langsung berbicara dan bilang kalo ada murid baru. Begitu namaku dipanggil, aku langsung menuju ke depan.
“minna, namaku mizurachi ayako. Panggil aja aya. Lam kenal!” kataku sambil tersenyum namun mataku kembali melihat sekeliling kelas. Pandanganku berhenti ketika mataku tertuju kepada salah satu cowok yang terlihat cuek namun cukup cakep duduk di pojok! (ya itu dya) lalu tiba2 cowok itu berbicara.
“hey, ngapain kamu ngeliatin aku kaya gitu??”
Ups aku baru sadar kalo aku msh dalam keadaan spt ini. Spontan seluruh kelas tertawa. Aku tak bisa berbuat ap2. Akupun kembali ke tempat duduk. Namun usahaku untuk berbicara dengannya sia2. Akhirnya aku akan menunggu sampai waktu istirahat tiba.
Pelajaran pertama adalah matematika. YAY! Aku cinta math! Seidaknya bisa membuatku sedikit semangat pagi ini.
Guru math adalah tomo-sensei. Dia terlihat sangat pintar (sepertinya). Ia memakai jasnya. Berpenampilan rapi. Dan…
“kamu, yang duduk di depan yuuki-san?”
Aku baru sadar kalo dari tadi aku tidak memperhatikan perlajaran
“hai. Atashi desu!”
“ng, aya-sandesu ka?”
“hai”
“coba kamu kerjakan soal di papan tulis.”
Aku kaget! What! Soal apaaan?? Tadi aku kan Cuma memperhatikan penampilan guru itu. Aduh..
Akupun langsung berjalan menuju depan dan papan tulis. Jantungku deg2an. Namun, begitu aku melihat soal di papan tulis senyumku merekah.
‘yay! Aku tau soal ini. Waktu di Tokyo lebih tepatnya di horikoshi academy sudah pernah dibahas. Dan aku pernah membahasnya sama haru-nii!’
Akupun dengan keyakinanku mengerjakan soal di papan tulis. Tidak membutuhkan waktu yang lama karena aku cukup menguasai bahasan ini.
Akhirnya selesai. Aku memberikan spidol ke tomo-sensei.
“wow.. great! Ternyata kamu bisa juga. Sudah pernah mempelajarinya?”
“ya, sensei. Waktu aku di horikoshi academy, pernah sedikit dibahas. Dan aku juga pernah membahasnya sama haru-nii”
“bagus! Ywda kembali ke tempat dudukmu! Dan tetaplah konsentrasi.. jangan sampai kamu melamun kaya tadi.”
Aku mengangguk dan kembali ke tempat dudukku. Pandanganku sesekali menuju ke cowok itu yang katanya bernama hiroki, kembali mengingat apa aku pernah bertemu dengannya atau tidak. Namun aku masih lupa bertemu dengannya dimana.
aku memukul-mukul kepalaku seperti orang bego dan hal itu diketahui tomo-sensei.
“ada apa, aya-san?”
“hee?? Ng, gk ad ap2.. daijoubu!” kataku sambil duduk di kursiku dan bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa.
“hey, hebat kamu!! Bisa ngerjain soal yang tadi! Kamu pintar ya!” kata yuuki sambil mencolekku
“hehe.. gk juga.. tadi kebetulan doank ko.”
Lalu, aku berusaha untuk melupakan itu sejenak dan berkonsentrasi dengan pelajaran math yang merupakan pelajaran favoritku itu.
Akhirnya pelajaran math selesai. Aku menarik napas panjang. Bel istirahat berbunyi pertanda waktuku untuk berbicara dengan cowok itu. Aku langsung bergegas melihat kearah belakang. Dia masih disana namun sepertinya ia ingin segera pergi. Aku pun menghampirinya.
“hey2, tunggu!” kataku.
Dia masih diam. Nyuekin aku.
“hiroki-kun tunggu.” Kataku.
Diapun berhenti.
“kamu manggil saya.. kenapa?” tanyanya cuek
“ano, kita pernah ketemu gak ya?” kataku langsung to the point. Aku gak peduli saat itu banyak sekali murid2 yang melihat kejadian ini.
“ha?! Ya iyala! Sekarang kita ketemu kan? Tadi pagi kamu ngeliatin aku. Pertanyaan bodoh!” katanya sambil beranjak pergi.
Aku langsung memegang tangannya dan berkata, “tunggu! Bukan itu maksudku!”
Dia melihatku memegang tangannya.
“maaf.” Kataku sambil melepas peganganku. “Maksudku, kita pernah ketemu sebelumnya gak? Soalnya aku ngerasa kalo..”
“hey2.. anak baru.. berani banget kamu ngomong kaya gitu sama hiro. Sok kenal. Sok akrab! Udah jelas muka dia menunjukkan kalo dia gak mau ngobrol sama kamu. Masih aja dilanjutin.” Kata seorang cewek yang memakai rok pendek itu.
“aku kan Cuma Tanya. Apa salahnya kalo aku Tanya coba.”
Akhirnya aku justru berdebat dengan cewek itu dan hiroki beranjak pergi sambil berkata, “Omakase yo”
Aku baru sadar kalo hiro sudah menjauh lalu aku meninggalkan pertengkaranku dengan cewek itu dan berlari ke luar kelas. Namun langkahku berhenti ketika michi memberhentikanku.
“sudahlah, aya! Gak usah ngejar dia. Mending kamu lupain aja. Hiroki-kun orangnya kaya gitu. Gak perduli sama orang lain. Percuma kamu Tanya sama dia.”
“ah ini smw gara2 ce itu tuh!! Dia siapa sih?? Sirik bgd sama aku.. mnknya dia siapanya hiroki sih!!”
“dia orangnya kaya gitu.. namanya chihiro. dah mndg gak usah km ladenin deh.. yang ada ntar malah ada masalah..”
“iya.. mending kita ke kantin aja. Kita makan. Abis itu keliling sekolah supaya kamu lebih kenal sama sekolah ini.” Kata yuuki.
Akhirnya aku mengikuti anjuran kedua temanku itu dan berjalan menuju kantin sekolah.to be continued